- ANTARA
China Harap Eskalasi di Timur Tengah Tak Berlanjut
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah China berharap eskalasi di Timur Tengah tidak berlanjut di tengah aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran khususnya terkait lalu lintas di Selat Hormuz.
"China sangat prihatin dengan eskalasi terbaru di kawasan Timur Tengah dan Teluk. Kami siap untuk terus bertindak berdasarkan empat usulan yang disampaikan oleh Presiden Xi Jinping, melakukan upaya lebih lanjut guna memfasilitasi penghentian pertempuran, serta bekerja tanpa henti untuk meredakan situasi dan memulihkan perdamaian di kawasan tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, mengutip Antara pada Jumat.
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani kesepakatan tentang perdamaian dan penghentian konflik, yang dimulai sejak akhir Februari lalu, pada 18 Juni 2026.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran.
"Hasil negosiasi tidak dicapai dengan mudah, pertempuran lebih lanjut tidak menguntungkan siapa pun, serta kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara di kawasan tersebut harus dihormati dan dijunjung tinggi," tambah Lin Jian.
Pihak-pihak terkait, ungkap Lin Jian, perlu tetap tenang, menahan diri, menghentikan permusuhan, melanjutkan kembali komunikasi dan dialog, menyelesaikan sengketa melalui cara-cara politik dan diplomatik, serta mengupayakan gencatan senjata menyeluruh dan permanen sesegera mungkin.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Presiden Donald Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi berlaku.
Pada Rabu (22/7) malam, CENTCOM menyatakan telah menyelesaikan rangkaian serangan baru terhadap sasaran militer Iran, menandai malam ke-12 secara berturut-turut agresi militer ke Iran.
CENTCOM menambahkan berbagai serangan itu menargetkan kemampuan maritim Iran, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, berbagai pos pengawasan pesisir, serta sejumlah aset pertahanan udara.
"Serangan-serangan tersebut semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelaut sipil dan kapal-kapal komersial," kata CENTCOM.