- tvOneNews
Terang Benderang Penyebab Warga Ricuh saat Geruduk Rumah Guru ASN yang Diduga Serahkan Siswa SD agar Dicabuli Suaminya
Tanjungbalai, tvOnenews.com - Jagat maya dihebohkan dengan sejumlah video viral ratusan warga ricuh saat menggeruduk rumah seorang oknum guru aparatur sipil negara (ASN) yang diduga menyerahkan siswa SD yatim piatu berinisial ARM (12) kepada suaminya berinisial A (37).
Video kericuhan warga menggeruduk rumah guru ASN tersebut viral di media sosial. Adapun lokasi kerusuhan di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut).
Kepala dusun setempat, Saddam Husein membenarkan video viral tersebut. Ia menyampaikan bahwa adanya keramaian di luar rumah oknum guru ASN yang terjadi hingga Kamis (23/7/2026) dini hari.
Saddam mengatakan, ratusan warga menggeruduk rumah guru ASN itu tak lepas adanya informasi pasangan suami istri tersebut diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak SD.
"Memang benar terjadi boleh kita katakan keramaian yang disebabkan dugaan sementara bahwa ada pasangan suami istri melakukan pelecehan kepada anak di bawah umur," ujar Saddam saat ditemui awak media, Jumat (24/7/2026).
Kenapa Warga Mengamuk kepada Guru ASN dan Suami yang Diduga Cabuli Siswa SD?
- Facebook/Vita Mutiara
Ia mengatakan mulanya beberapa warga mendatangi rumah tersebut. Tujuannya agar guru SD dan suami itu keluar dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya.
Namun, massa bertambah hingga mendadak mengamuk. Saddam menduga bahwa penyebab emosi ratusan warga tidak terkendali karena mendapat penolakan dari pasangan suami istri tersebut.
Guru ASN dan suaminya membantah tudingan tersebut. Pasutri itu menepis telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Ia menambahkan, warga sudah sangat meyakini adanya indikasi dugaan pelecehan seksual. Guru ASN tersebut diduga menyerahkan ARM agar memudahkan aksi suaminya melakukan tindakan asusila.
"Beberapa warga yang datang ke rumah mungkin ada perlawanan pembicaraan sehingga terjadi pemicu ramainya atau datangnya massa karena mungkin tidak setuju dugaan sementara bahwa ada pasangan suami istri melakukan pelecehan kepada anak di bawah umur," terangnya.
Saddam ditanya terkait berapa kali tindakan asusila yang dilakukan oleh A kepada siswa SD yatim piatu tersebut. Ia selaku kepala dusun setempat tidak bisa membeberkan hal itu karena tidak mempunyai kewenangan dan kasus ini masih ditangani polisi.
"Sampai saat ini kita mohon maaf selaku lingkungan dan kita yang bertugas di wilayah ini, kita tidak dapat menyampaikan berapa kali sebenarnya terjadi ini. Cuma dari beberapa informasi itu sudah pernah terjadi," tegasnya.
Sementara, Kasi Humas Polres Tanjungbalai, Ipda M Ruslan mengungkapkan identitas dan pekerjaan terlapor. Suami dari guru ASN tersebut berinisial A (37) dan bekerja sebagai buruh harian lepas.
Adapun istri dari A tengah diperiksa oleh pihak kepolisian. Statusnya sebagai saksi dan identitasnya menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Terkini, guru ASN yang diduga menyerahkan siswa SD agar dicabuli suaminya masih dalam tahap pemeriksaan oleh Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Tanjungbalai.
"Istrinya saat ini masih sebagai saksi.Identitas istrinya sebagai P3K paruh waktu. Untuk kasus, sejaruh ini masih pendalaman pemeriksaan oleh Satres Unit PPA Polres Tanjungbalai," ungkap Ruslan.
Peristiwa dugaan pencabulan terhadap ARM mulanya terjadi pada Senin (4/5/2026), sekitar pukul 13.00 WIB. Dari laporan warga, lokasi dugaan kekerasan hingga pelecehan seksual terhadap ARM terjadi di rumah terlapor.
Kasus ini semakin terendus setelah korban tidak masuk sekolah selama sekitar dua pekan. Padahal sekolah juga sedang menggelar pelaksanaan ujian sehingga memicu kecurigaan dari warga.
Dari hasil laporan terbaru, terlapor diduga membujuk korban. A memberikan telepon seluler agar dimainkan sehingga terjadi adanya dugaan perbuatan pencabulan terhadap ARM.
Dugaan ini semakin terungkap setelah ibu angkat korban membawa anaknya ke sebuah klinik. Korban pun mengungkapkan dirinya diduga dilecehkan menyebabkan luka di bagian anus.
Seiringnya waktu, warga mengamuk agar terduga pelaku dihukum. Dalam video viral, sejumlah polisi turut mengamankan guru berstatus P3K paruh waktu dan suaminya.
Terkini, terlapor dan guru ASN yang berstatus sebagai saksi masih dalam tahap diperiksa oleh polisi.
(hap)