- Istockphoto
Ikuti Perkembangan Zaman, Layanan Sedekah Digital Mulai Dikembangkan untuk Bantu Bangun Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Yatim mengikuti perkembangan teknologi digital dengan mengubah kebiasaan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Melalui aplikasi Laznas ini, masyarakat dapat mengakses berbagai program kebaikan sekaligus memanfaatkan kemudahan sedekah otomatis untuk membantu membangun kebiasaan berbagi secara rutin.
Fitur ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin konsisten bersedekah, namun kerap melewatkan waktu berbagi karena kesibukan sehari-hari.
Dengan sistem yang lebih praktis, pengguna dapat mengatur kebiasaan sedekah melalui aplikasi tanpa harus mengulang proses donasi secara manual.
Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani, mengatakan digitalisasi layanan menjadi bagian dari upaya Rumah Yatim untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan pengalaman masyarakat dalam berbagi.
“Semangat berbagi masyarakat Indonesia sangat besar. Tantangannya terkadang bukan pada niat, tetapi kesibukan yang membuat sedekah terlewat. Karena itu, kami menghadirkan aplikasi yang membantu masyarakat agar bisa lebih mudah dan konsisten dalam melakukan kebaikan,” ujar Sani dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, ini menjadi langkah lembaga dalam beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin dekat dengan layanan berbasis digital.
Selain sedekah, pengguna dapat mengakses berbagai pilihan program zakat, infak, wakaf, bantuan anak yatim, hingga program sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui satu aplikasi.
“Teknologi seharusnya bisa mendekatkan masyarakat dengan kebaikan. Kami ingin Aplikasi Rumah Yatim bukan sekadar menjadi platform donasi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan berbagi masyarakat sehari-hari,” tambah Sani.
Rumah Yatim juga terus mendorong penguatan layanan digital untuk menghadirkan proses donasi yang semakin mudah, aman, dan transparan bagi para donatur.
Kehadiran layanan sedekah otomatis tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk menjadikan berbagi bukan hanya sebagai aktivitas sesaat, melainkan sebagai kebiasaan kebaikan yang dilakukan secara berkelanjutan.