- Julio Tri Saputra/tvOnenews
Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK Pernah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo, Kini Gantikan Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Febri Diansyah kembali disorot setelah resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Penunjukan tersebut terjadi setelah Hotman Paris Hutapea memutuskan mengundurkan diri dari tim kuasa hukum karena alasan kesehatan.
Masuknya Febri dalam perkara yang menyita perhatian publik itu membuat rekam jejaknya kembali disorot. Sosok yang pernah dikenal sebagai juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu kini telah lama berkarier sebagai advokat dan menangani sejumlah perkara besar di Indonesia.
Kepastian mengenai peran baru Febri disampaikan saat mendampingi pemeriksaan perdana Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
“Saya baru jadi (pengacara Febrie Adriansyah) ini proses pemeriksaan pertama yang saya dampingi,” kata Febrie di Gedung Kejagung RI, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Usai pemeriksaan yang berlangsung sekitar 10 jam, Febri menjelaskan bahwa dirinya baru menerima surat kuasa dari Febrie Adriansyah sehari sebelumnya, yakni pada Kamis (23/7/2026).
Berawal dari Aktivis Antikorupsi
Febri Diansyah lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Februari 1983. Ketertarikannya terhadap dunia hukum membawanya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, hingga meraih gelar sarjana hukum pada 2007.
Setelah menyelesaikan kuliah, Febri bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW), organisasi masyarakat sipil yang dikenal aktif mengawal isu pemberantasan korupsi di Indonesia. Di lembaga tersebut, ia terlibat dalam pemantauan berbagai proses persidangan perkara korupsi.
Namanya mulai dikenal luas sekitar 2011 ketika aktif menyuarakan perkembangan kasus korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Kiprahnya selama hampir satu dekade di ICW membuatnya dikenal sebagai salah satu aktivis antikorupsi yang vokal.
Menjadi Wajah KPK di Hadapan Publik
Pengalaman panjang di ICW membuka jalan bagi Febri untuk bergabung dengan KPK. Pada awalnya, ia dipercaya menjadi pegawai fungsional di Direktorat Gratifikasi.
Kariernya kemudian berkembang pesat. Pada Desember 2016, Febri dipercaya mengemban tugas sebagai juru bicara KPK, posisi yang membuatnya menjadi salah satu wajah paling dikenal dari lembaga antirasuah tersebut.
Selama menjabat, Febri hampir setiap hari menyampaikan perkembangan penanganan perkara korupsi kepada publik. Sejumlah kasus besar yang pernah ia sampaikan kepada media antara lain perkara korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang menyeret mantan Ketua DPR Setya Novanto, hingga kasus proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
Kemampuannya menjelaskan proses hukum secara lugas membuat namanya semakin dikenal masyarakat.
Namun perjalanan Febri di KPK berakhir pada September 2020. Ia memutuskan mengundurkan diri setelah kurang lebih empat tahun menjabat sebagai juru bicara. Keputusannya saat itu ramai dikaitkan dengan polemik revisi Undang-Undang KPK yang memicu perdebatan di ruang publik.
Beralih Menjadi Advokat
Usai meninggalkan KPK, Febri memilih melanjutkan karier di dunia advokat. Bersama mantan aktivis ICW lainnya, Donal Fariz, ia mendirikan Visi Law Office.
Sebagai pengacara, Febri kemudian menangani berbagai perkara yang melibatkan tokoh-tokoh nasional. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah ketika ia menjadi kuasa hukum Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Selain itu, ia juga pernah menjadi penasihat hukum mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam perkara dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.
Nama Febri kembali muncul dalam sorotan ketika bergabung dalam tim hukum Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, yang menghadapi perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan.
Kini Dampingi Febrie Adriansyah
Penunjukan Febri Diansyah sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah menjadi babak terbaru dalam perjalanan kariernya sebagai advokat. Ia menggantikan Hotman Paris Hutapea yang sebelumnya sempat mendampingi mantan Jampidsus tersebut, namun memilih mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Dengan latar belakang sebagai mantan aktivis antikorupsi, eks juru bicara KPK, hingga kini menjadi pengacara yang kerap menangani perkara besar, sosok Febri Diansyah kembali menjadi perhatian publik. Perjalanan kariernya yang melintasi dunia aktivisme, lembaga penegak hukum, hingga praktik advokat menjadikannya salah satu figur hukum yang dikenal luas di Indonesia. (cmi)