- tvOnenews - Wildan
Kondisi Tewasnya Diduga Karumga Febrie Adriansyah, Mulut Sutrimo Berbusa dan Sempat Telepon Kerabat
Jakarta, tvOnenews.com - Kondisi tewasnya diduga Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, Sutrimo kini menjadi pertanyaan sebagian publik, usai foto-foto kondisi Sutrimo beredar di media sosial.
Pasalnya, dari pantauan awak media, kondisi Sutrimo di mulutnya terlihat berbusa. Bahkan dalam cerita yang beredar di media sosial, Sutrimo sempat menelpon kerabatnya sebelum tewas. Namun, panggilan darurat itu berujung duka mendalam.
Lebih ironisnya, pada saat kerabat dan armada penolong bergegas menghampiri lokasi di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sutrimo sudah ditemukan dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri.
Tragisnya, dari mulut dan hidung pria tersebut tampak keluar busa.
Selnjutnya, kabar kepergian Sutrimo yang mendadak dan tak wajar ini sontak menyengat nurani publik, khususnya usai kabar duka tersebut meledak di media sosial lewat unggahan akun @kementerian_kurangajar.
Sontak, kabar itu menuai spekulasi mengenai status pekerjaannya.
Menyikapi kasus ini, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan langsung bergerak mendalami penyebab pasti kematian Sutrimo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa saat ini jajarannya masih bekerja keras mengumpulkan kepingan fakta. Pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian maupun memvalidasi status pekerjaan almarhum demi menjaga objektivitas penyelidikan.
"Terkait profesi korban serta penyebab kematiannya masih didalami. Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai prosedur untuk memperoleh fakta yang utuh," ucap Kombes Budi Hermanto pada Minggu (26/7/2026).
Bahkan saat ini, tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum sedang merangkai kronologi detik-detik terakhir hidup Sutrimo.
Bahkan kata Budi, korban ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan sudah meninggal dunia.
"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Budi.
Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan.
Polisi mengklarifikasi pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Polisi juga mendalami riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya korban, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman.
"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," jelasnya. (aag)