news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol.
Sumber :
  • Istimewa

Hanif Faisol Sebut Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Urusan Pertanian, Melainkan Fondasi Ketahanan Nasional

Hanif menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan suatu negara untuk menyediakan bahan makanan. 
Senin, 27 Juli 2026 - 14:14 WIB
Reporter:
Editor :

Pengalaman pandemi Covid-19 menjadi salah satu pelajaran penting. Ketika krisis terjadi, negara-negara cenderung memprioritaskan kebutuhan domestiknya masing-masing. Situasi tersebut menunjukkan bahwa sebuah negara tidak dapat sepenuhnya menggantungkan kebutuhan pangannya pada kemurahan negara lain.

Karena itu, tata kelola pangan harus dibangun melalui pendekatan lintas sektor. Ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan oleh satu kementerian atau satu institusi saja, melainkan membutuhkan koordinasi antara sektor pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, kelautan dan perikanan, gizi, distribusi, koperasi, hingga pembangunan daerah.

Selain itu, kebijakan nasional harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di tingkat lokal dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah, potensi sumber daya, kondisi sosial, serta daya dukung lingkungan.

Selain peningkatan produksi, strategi ketahanan pangan juga perlu memperhatikan produktivitas lahan, efisiensi distribusi, diversifikasi pangan, inovasi teknologi, penguatan petani, serta pengembangan ekonomi desa.

Hanif turut menekankan pentingnya desa dan koperasi sebagai bagian dari ekosistem ketahanan pangan nasional. Penguatan ekonomi desa dinilai dapat memperpendek rantai distribusi, mengurangi ketergantungan terhadap perantara, serta memperkuat posisi masyarakat sebagai pelaku utama dalam sistem ekonomi dan pangan.

Namun, pembangunan ketahanan pangan tidak akan berjalan optimal tanpa integritas dan tata kelola yang baik. Menurut Hanif, Indonesia memiliki sumber daya alam dan potensi yang besar. 

Tantangan terbesar bukan semata-mata terletak pada ketiadaan sumber daya, melainkan bagaimana sumber daya tersebut dikelola secara berintegritas, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

“Indonesia memiliki banyak hal yang dibutuhkan untuk menjadi negara yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana memastikan seluruh potensi tersebut dikelola dengan tata kelola yang baik dan integritas,” menjadi pesan penting yang mengemuka dalam sesi materi tersebut.

Peran Generasi Muda

Bagi generasi muda, khususnya kader GEMABUDHI, isu ketahanan pangan harus menjadi bagian dari wawasan kebangsaan. Generasi muda tidak hanya dituntut memahami persoalan pangan secara teoritis, tetapi juga mampu membawa pengetahuan tersebut ke daerah masing-masing dan mendorong lahirnya solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Generasi muda juga diharapkan mampu melihat ketahanan pangan sebagai isu yang terhubung dengan berbagai persoalan strategis, mulai dari perubahan iklim, ekonomi, tata ruang, teknologi, kesejahteraan petani, hingga keberlanjutan pembangunan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
07:17
05:12
01:06
07:18
02:36

Viral