- YouTube/tvOneNews
Rangkuman Bentrokan Maut di Matraman: Kronologi Asli, Bentrokan Susulan, hingga Gerobak Nasi Uduk akan Diganti oleh Camat
tvOnenews.com - Kawasan Matraman, Jakarta Pusat kembali diselimuti duka akibat bentrokan berdarah yang melibatkan dua kelompok pemuda.
Akses jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas warga seketika berubah menjadi arena mencekam. Insiden bentrokan maut ini tidak hanya merenggut nyawa dan memicu kerusakan fasilitas publik, tetapi juga menyisakan ketakutan mendalam bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan mata pencahariannya di area tersebut.
Berikut rangkuman kronologi hingga ditetapkannya tersangka dari bentrokan berdarah di wilayah Matraman, Jakarta Pusat.
Kronologi dan pemicu bentrokan maut
- Tangkapan layar @balewisatawanjakpus10
Bentrokan ini bermula dari perselisihan sepele yang bereskalasi cepat. Menurut pemilik warung nasi uduk, Rusdi, kejadian pertama kali bermula karena ada salah satu orang dari dalam warung nasi uduknya yang menegur salah seorang pengendara motor dengan knalpot yang dianggap berisik.
Tak terima ditegur, pengendara tadi datang kembali dengan membawa teman-temannya dan melakukan penyerangan hingga menyebabkan bentrokan dengan warga sekitar.
"Awalnya kayak orang timur bawa motor knalpotnya berisik, digeber-geber. Dia gak terima ditegur sama orang yang lagi makan di tempat saya," ujar Rusdi, dikutip dari Instagram @bangranistones, Senin (27/7/2026).
"Terus gak lama kemudian manggil abang-abangnya, datang, udah langsung kejadian. Kurang lebih 10 orang (yang datang dan melakukan penyerangan)," sambung Rusdi.
"Awalnya cuma nanya-nanya doang. Mungkin gak dapat-dapat pelakunya (yang menegur), emosinya jadi membabi buta gitu," sambung Rusdi.
"Menyerangnya pake tangan kosong, gak pake senjata."
"Kerusuhan makin meluas, ada orang yang melapor ke Matraman dalam, manggil orang-orang dalam. Mereka keluar dan menyerang balik," jelas Rusdi.
Korban tewas dan luka-luka
- Ilustrasi by tvOnenews.com/Wildan
Tragedi ini menelan korban jiwa secara tragis. Seorang pemuda dilaporkan tewas, sementara dua orang lainnya dikabarkan kritis.
Dua korban kritis kini sedang mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Senen, Jakarta Pusat.
Kepolisian tetapkan tujuh tersangka
- Pixabay
Merespons kerusuhan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penyisiran di sejumlah titik.
Polda Metro Jaya sudah menetapkan tujuh orang tersangka yang dibagi ke dalam dua kasus tindak pidana, yakni perusakan gerobak milik pedagang nasi uduk dan pengeroyokan yang berujung pada tewasnya seorang pria berinisial K (23).
Camat Menteng siap ganti gerobak penjual nasi uduk
- Instagram/bangranistones
Dampak bentrokan ini tentu saja sangat dirasakan oleh pedagang nasi uduk yang menjadi korban pertama dan utama dari kejadian tersebut.
Diketahui bahwa gerobak tersebut mengalami kerusakan di sejumlah bagian, seperti ban hingga kaca yang pecah.
Meski demikian, Camat Menteng Nurhelmi Savitri meastikan bahwa gerobak nasi uduk tersebut akan segera diganti, agar pedagang bisa berjualan kembali. Gerobak tersebut ditargetkan akan diganti paling lambat pada Selasa (28/7/2026).
"Gerobak pedagang nasi uduk yang dirusak Insya Allah akan segera kami ganti. Karena gerobak tersebut ditarik oleh polisi untuk barang bukti, jadi biar yang bersangkutan bisa dagang lagi," ujarnya, Senin (27/7/2026). (ism)