- Antara
Gubernur Pramono Ungkap Rp100 Miliar Dialokasikan untuk LPDP Jakarta: Berangkatkan 50-75 Mahasiswa
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mematangkan rencana program beasiswa LPDP khusus warga Jakarta.
Gubernur Pramono Anung Wibowo memaparkan bahwa proyeksi anggaran yang disiapkan mencapai Rp100 miliar untuk membiayai puluhan mahasiswa berprestasi.
Dalam keterangannya di Balai Kota pada Senin (27/7), Pramono merinci bahwa setiap penerima beasiswa diperkirakan membutuhkan dana yang cukup besar untuk studi mereka.
“Jumlahnya Rp100 miliar. Berdasarkan hasil diskusi dengan LPDP Pusat, satu anak itu kebutuhannya kurang lebih Rp2 miliar sebenarnya. Jadi, nanti yang rencana akan kita berangkatkan itu antara 50 sampai dengan 75 anak,” ujar Pramono.
Kendati demikian, jumlah peserta program ini harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
Pramono mengungkapkan bahwa Jakarta perlu membagi alokasi dana untuk kebutuhan mendesak lainnya, terutama perbaikan infrastruktur pendidikan yang mengalami kerusakan.
Menurut Pramono, pihaknya sedang menggenjot renovasi sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang sebelumnya sempat terkendala akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH).
"Salah satu prioritas untuk renovasi, revitalisasi SD-SD yang terjadi, yang kemarin karena ada pemotongan DPH, dari 22 itu kan awalnya cuma tujuh. Kemarin saya sudah memutuskan tambah empat sehingga menjadi 11. Sebelas itulah yang kita perbaiki, termasuk SD Negeri 09 Kebayoran Lama yang sementara pindah ke SD Negeri 11," kata Pramono.
Rencana beasiswa ini sempat menuai diskusi hangat di legislatif. Komisi E DPRD DKI Jakarta memberikan catatan agar dana Rp100 miliar tersebut tidak dihabiskan seluruhnya untuk LPDP Jakarta.
Ketua Komisi E, M. Subki, berpendapat bahwa pembenahan gedung sekolah dan perluasan akses sekolah swasta gratis jauh lebih mendesak bagi warga Jakarta saat ini.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan DKI Jakarta tetap memandang penting program beasiswa luar negeri ini.
Kepala Dinas Pendidikan, Nahdiana, menyebutkan bahwa inisiatif tersebut bertujuan agar pemuda Jakarta memiliki daya saing internasional, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global.
Melalui proses diskusi tersebut, akhirnya disepakati bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta akan melakukan pembagian porsi anggaran.
Tujuannya agar peningkatan kualitas SDM melalui beasiswa tetap berjalan, namun perbaikan sarana pendidikan yang rusak tetap menjadi prioritas utama. (ant/dpi)