- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Gubernur Sherly Tjoanda Dibuat Kesal saat Sidak Sekolah di Malut Kurang Layak: Lampu Putus, WC Rusak
Halmahera Tengah, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mendadak kesal. Hal itu terjadi saat dirinya menyidak kondisi SMAN 1 Halmahera Tengah.
Sherly Tjoanda kaget melihat kondisi sekolah di Malut tersebut kurang layak. Ia pun tak segan menegur Kepala Sekolah SMAN 1 Halteng, Abdul Kadir Talib lantaran malas dalam menyelesaikan persoalan mendasar.
Sherly Tjoanda menyinggung pihak sekolah menjadi salah satu sasaran program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat. Tujuannya untuk mendanai biaya operasional agar penyelenggaraan pendidikan lebih optimal.
Kekesalan Gubernur Sherly terjadi saat memasuki ruang kelas. Ia terkejut kondisi ruangan sangat kotor hingga lampu kelas terputus sehingga menyebabkan tidak menyala secara total.
"Kok kotor ruangannya gini. Lampu menyala enggak? Kan ada dana BOS kok lampu putus satu buah pun enggak bisa ganti," ujar Sherly Tjoanda dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube pribadinya, Selasa (28/7/2026).
Sherly Tjoanda Minta Keterangan Para Siswa soal Kondisi Kelas dan Sekolah yang Kurang Layak
- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Sherly pun berbicara di hadapan sekitar 463 siswa SMAN 1 Halteng. Tujuannya untuk mendapatkan keterangan hingga pengakuan jujur dari mereka terkait kondisi kelas yang kurang layak.
Momen ini membuat para siswa mencurahkan isi hatinya. Mereka mengaku persoalan kondisi kelas kurang layak sudah cukup lama hingga nyaris terjadi selama setahun.
Para murid SMAN 1 Halteng kompak kondisi lampu telah lama mati. Gubernur berusia 43 tahun ini pun kembali menyinggung dana BOS sebagai salah satu kebutuhan mendasar melengkapi fasilitas di sekolah terutama mengenai penerangan di dalam kelas.
Kepala sekolah tersebut mengaku baru menjabat selama dua bulan. Sebab, ia baru dimutasi dari SMAN 7 ke SMAN 1 Halteng.
Kepsek SMAN 1 Halteng itu mengaku kondisi sebenarnya. Pihak bendahara sekolah sebenarnya sudah belanja beberapa peralatan dan salah satunya lampu meski hingga kini belum dipasanng.
Sherly memberikan balasan secara menohok. Menurutnya, kebutuhan membeli lampu mudah dibeli untuk langsung dipasang di kelas yang belum memiliki penerangan.
"Hari ini saya pergi ke toko sebelah beli lampu, satu jam juga selesai. Bapak tunggu apa lagi untuk pasang lampu," timpal Sherly Tjoanda.