news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos saat sidak kondisi SMAN 1 Halmahera Tengah.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GubSherly

Gubernur Sherly Tjoanda Dibuat Kesal saat Sidak Sekolah di Malut Kurang Layak: Lampu Putus, WC Rusak

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos geleng-geleng kepala melihat kondisi kelas kotor, lampu putus hingga WC rusak di SMAN 1 Halmahera Tengah.
Selasa, 28 Juli 2026 - 08:29 WIB
Reporter:
Editor :

Halmahera Tengah, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mendadak kesal. Hal itu terjadi saat dirinya menyidak kondisi SMAN 1 Halmahera Tengah.

Sherly Tjoanda kaget melihat kondisi sekolah di Malut tersebut kurang layak. Ia pun tak segan menegur Kepala Sekolah SMAN 1 Halteng, Abdul Kadir Talib lantaran malas dalam menyelesaikan persoalan mendasar.

Sherly Tjoanda menyinggung pihak sekolah menjadi salah satu sasaran program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat. Tujuannya untuk mendanai biaya operasional agar penyelenggaraan pendidikan lebih optimal.

Kekesalan Gubernur Sherly terjadi saat memasuki ruang kelas. Ia terkejut kondisi ruangan sangat kotor hingga lampu kelas terputus sehingga menyebabkan tidak menyala secara total.

"Kok kotor ruangannya gini. Lampu menyala enggak? Kan ada dana BOS kok lampu putus satu buah pun enggak bisa ganti," ujar Sherly Tjoanda dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube pribadinya, Selasa (28/7/2026).

Sherly Tjoanda Minta Keterangan Para Siswa soal Kondisi Kelas dan Sekolah yang Kurang Layak

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos saat sidak kondisi ruangan kelas di SMAN 1 Halmahera Tengah
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GubSherly

Sherly pun berbicara di hadapan sekitar 463 siswa SMAN 1 Halteng. Tujuannya untuk mendapatkan keterangan hingga pengakuan jujur dari mereka terkait kondisi kelas yang kurang layak.

Momen ini membuat para siswa mencurahkan isi hatinya. Mereka mengaku persoalan kondisi kelas kurang layak sudah cukup lama hingga nyaris terjadi selama setahun.

Para murid SMAN 1 Halteng kompak kondisi lampu telah lama mati. Gubernur berusia 43 tahun ini pun kembali menyinggung dana BOS sebagai salah satu kebutuhan mendasar melengkapi fasilitas di sekolah terutama mengenai penerangan di dalam kelas.

Kepala sekolah tersebut mengaku baru menjabat selama dua bulan. Sebab, ia baru dimutasi dari SMAN 7 ke SMAN 1 Halteng.

Kepsek SMAN 1 Halteng itu mengaku kondisi sebenarnya. Pihak bendahara sekolah sebenarnya sudah belanja beberapa peralatan dan salah satunya lampu meski hingga kini belum dipasanng.

Sherly memberikan balasan secara menohok. Menurutnya, kebutuhan membeli lampu mudah dibeli untuk langsung dipasang di kelas yang belum memiliki penerangan.

"Hari ini saya pergi ke toko sebelah beli lampu, satu jam juga selesai. Bapak tunggu apa lagi untuk pasang lampu," timpal Sherly Tjoanda.

Selain penerangan, Sherly juga menyoroti kondisi banyaknya WC sekolah yang rusak. Ia tidak menyangka pihak sekolah tidak memiliki keinginan untuk selalu menjaga kebersihan.

"Septic tank di kamar mandi sebelah berapa lama rusak? Bapak tunggu apa baru kuras septic tank? Enggak butuh kehadiran Ibu Gubernur datang untuk septic tank dikuras. Tinggal telepon hari ini, besok juga jasa kuras septic tank datang. Bisa bayar itus nguras septic tank pakai uang BOSP," sentil dia.

Kepala sekolah menyebut BOSP di SMAN 1 Halteng selama satu tahun sebanyak Rp946 dari pemerintah pusat. Adapun Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari Pemerintah Provinsi Malut Rp120 juta.

Sherly mengimbau kepala sekolah hingga para guru di SMAN 1 Halteng. Kehadiran mereka tidak sekadar melakukan penyusunan laporan administrasi, namun juga menyelesaikan persoalan mendasar di sekolah.

Ia berpendapat kondisi yang tida memungkinkan, mulai dari belum ada kipas angin, lampu mati atau terputus, permasalahan septic tank hingga papan tulis di ruang kelas yang rusak bisa diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp1 miliar per tahun.

"Kerja itu bukan hanya tentang laporan yang lengkap, kerja itu menyelesaikan masalah di lapangan. Enggak perlu saya yang turun, anak-anak murid pun tahu apa yang harus dilakukan. Mohon kepeduliannya karena ada Rp1 miliar di sekolah ini," pesannya.

Sherly meminta para siswa tidak perlu takut melaporkan kondisi yang kurang layak di sekolah melalui fitur DM media sosialnya hingga https://kondisisekolah.gubsherly.com/.

"Nanti saya akan launching link. Kalian bisa curhat permasalahan semua sekolah. Memang semua SMA yang ada di se-Maluku Utara ini fasilitas dasarnya banyak yang tidak bagus," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:24
01:47
02:15
01:56
01:47
02:04

Viral