news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengumuman di laman Badan Meterorologi Jepang (JMA) tentang titik episentrum gempa bumi di Prefektur Kumamoto, Jepang pada Selasa (28/7)..
Sumber :
  • Antara

BMKG: Gempa Magnitudo 6,8 di Kumamoto Jepang Tak Berdampak Tsunami ke Indonesia

BMKG memberikan kepastian bahwa wilayah Indonesia tidak menghadapi ancaman tsunami setelah terjadinya gempa tektonik bermagnitudo 6,8 di Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7) sore waktu setempat.
Selasa, 28 Juli 2026 - 21:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan kepastian bahwa wilayah Indonesia tidak menghadapi ancaman tsunami setelah terjadinya gempa tektonik bermagnitudo 6,8 di Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7) sore waktu setempat.

Wijayanto, selaku Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan di Jakarta pada Selasa bahwa masyarakat diimbau untuk tetap tenang. 

Hal ini dikarenakan data pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa guncangan tersebut tidak akan memicu gelombang tsunami yang sampai ke perairan Indonesia.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," kata dia.

Peristiwa tektonik yang melanda kawasan Kyushu, Jepang tersebut tercatat terjadi pada pukul 14.27 WIB. Berdasarkan pembaruan data, gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 6,8.

Titik pusat gempa atau episenter berada pada koordinat 32,59° LU serta 130,68° BT. Lokasi tepatnya berada di darat, hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari arah Barat Daya Uki, Prefektur Kumamoto.

Dilihat dari letak pusat gempa dan kedalamannya (hiposenter), bencana ini termasuk dalam kategori gempa bumi dangkal. 

Pemicunya adalah pergerakan sesar aktif dengan mekanisme geser atau strike-slip.

Hingga pukul 15.15 WIB, BMKG juga memantau setidaknya satu kali gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar, yakni bermagnitudo 6,3.

Terkait kesimpangsiuran informasi, Wijayanto mengingatkan agar warga hanya memercayai kanal resmi. 

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg," ujarnya. (ant/dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:36
06:17
01:30
01:27
01:35
05:13

Viral