- Cepi Kurnia/tvOne
Langkah Serius Polisi Usut Tuntas Misteri Kasus Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur, Apa Saja?
Bandung, tvOnenews.com - Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan sejumlah langkah cepat pihak kepolisian menangani misteri kasus kematian satpam di objek vital Waduk Jatiluhur, Sumarna (40).
Hampir sepekan penyebab kematian satpam di Waduk Jatiluhur belum juga terang benderang. Hendra menyampaikan hingga kini polisi telah membentuk tim gabungan agar misteri tewasnya Sumarna cepat terungkap.
"Kita telah memanggil dari Kasat Reskrim dan tim di sana untuk melakukan gelar perkara," ujar Hendra saat dihubungi tvOne melalui program Apa Kabar Indonesia Malam, Kamis (30/7/2026).
Hendra menjelaskan hasil dari beberapa penemuan dan hipotesa kasus kematian Sumarna. Polisi menduga penyebab tewasnya satpam di Waduk Jatiluhur kemungkinan mengarah adanya tindak pidana dan penganiayaan kepada korban.
"Dari keempat teknis ini, kami melakukan penebalan terhadap para penyidiknya. Artinya, jumlah penyidik kita tambahkan, kemudian ada berbagai tim-tim teknis lainnya," terangnya.
Ia menuturkan, fungsi tim gabungan ini untuk bisa mendukung olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi juga melakukan penyisiran untuk mengumpulkan sejumlah saksi.
"Dan juga menyembuhkan dari berbagai hipotesa dengan hipotesa lainnya. Kita juga memanggil kembali dari hasil tim ini, tentu kami perlu ada waktu," lanjutnya.
Hendra menyoroti para terduga pelaku yang menyebabkan Sumarna ditemukan tewas tenggelam. Perhatian ini tak lepas adanya informasi yang merebak di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat dugaan sejumlah pelaku berasal dari sebuah komunitas. Hal ini selaras dengan tulisan vandalisme yang direkam sebelum penemuan jasad korban.
Kabid Humas Polda Jabar itu tentu berterima kasih kepada publik untuk berupaya bantu mencari terduga pelaku. Namun, ia mengimbau agar masyarakat tidak menuduh tanpa didukung dengan bukti kuat.
"Dari berbagai media sosial telah memviralkan beberapa ada pelaku-pelaku yang dimungkinkan sebagai pelaku pembunuhan ini. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bijak bermain media sosial tidak menyebarkan sesuatu yang belum pasti," imbau dia.
Ia memastikan pihak kepolisian melalui tim gabungan yang dibentuk oleh Polda Jabar terus bertindak untuk menemukan kebenaran motif kematian Suryana secara profesional.
"Harapan kita dengan bertambahnya tim ini bisa bekerja lebih cepat, kemudian bisa mengambil kesimpulan dan kami tentunya membutuhkan adanya partisipasi masyarakat sekitar yang di mana sampai saat ini belum ada keterangan begitu signifikan dari saudara kita di TKP. Yuk, mari kita sama-sama bekerja sama untuk mengungkap tabir dan misteri kematian ini," tukasnya.
(hap)