- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Di Hadapan Prabowo, Anindya: Tantangan Global Sudah Jadi ‘New Normal’, Indonesia Harus Kompak
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menegaskan, dunia usaha memilih tetap optimistis menghadapi tekanan ekonomi global yang kini menjadi tantangan hampir seluruh negara.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Anindya menekankan bahwa ketahanan ekonomi tidak lagi sekadar persoalan pertumbuhan, melainkan telah menjadi bagian penting dari ketahanan nasional.
“Kami menyadari Bapak menyampaikan bahwa ketahanan energi itu penting, ketahanan pangan itu penting, dan ketahanan ekonomi adalah bagian tidak terpisahkan dari ketahanan nasional,” kata dia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).
Anindya mengatakan Kadin telah menyiapkan berbagai langkah sejak tahun lalu untuk menghadapi perubahan lanskap ekonomi dunia. Menurutnya, dunia usaha memilih fokus mencari solusi dibanding terjebak pada pesimisme karena hampir seluruh negara menghadapi tantangan yang serupa.
“Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri. Kami memilih untuk berpikir optimis dan mencari solusi karena ke mana pun kami pergi setiap negara juga menghadapi tantangan yang sama,” tuturnya.
Ia menilai posisi Indonesia masih relatif kuat dibanding banyak negara lain. Stabilitas pertumbuhan ekonomi yang bertahan di kisaran 5 persen selama dua dekade terakhir serta inflasi yang tetap terkendali menjadi modal penting untuk menghadapi gejolak global.
“Bahkan Indonesia dalam keadaan yang lebih baik dilihat dari sisi pertumbuhannya selama 20 tahun, 5 persen, inflasi yang juga under control,” ungkap Anindya.
Meski demikian, Anindya mengingatkan bahwa situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian bukan lagi fenomena sementara, melainkan telah menjadi realitas baru yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah dan dunia usaha.
“Kami melihat bahwa apa yang kita lihat di sini tidak mudah, tapi ini juga merupakan the new normal. Bahwa dalam keadaan seperti inilah yang mesti kita sikapi bersama,” tegas dia.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga melaporkan hasil kunjungannya ke berbagai daerah. Ia menilai pertumbuhan ekonomi daerah cenderung lebih kuat ketika pemerintah daerah dan Kadin mampu membangun kemitraan yang erat dalam mendorong investasi dan aktivitas usaha.
“Dan kami izin Bapak Presiden banyak keliling juga ke daerah untuk melihat kerja sama antara tentunya pemerintah daerah dan juga Kadin. Karena kami lihat korelasinya sangat positif,” tukas dia.
Menurut Anindya, sejumlah daerah seperti Maluku Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya bergantung pada belanja negara, tetapi juga lahir dari kreativitas dan inisiatif masyarakat serta pelaku usaha.
“Ketika kami datang misalnya ke Maluku Utara, atau ke Kaltara, Kalteng, NTB, ketika kerja samanya sangat erat, bermitra strategis, pertumbuhannya juga sangat kuat. Dan yang menarik pertumbuhannya itu tidak hanya datang dari APBN dan APBD tapi dari kreativitas mereka semua,” pungkasnya.(agr/raa)