news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

MS (39, pilot asal Malaysia yang terbangkan pesawat ke Indonesia dalam kondisi positif narkoba dan selundupkan 70 ribu ekstasi.
Sumber :
  • tvOneNews

Pilot Asal Malaysia Jadi Kurir Ekstasi Jaringan Internasional, Bea Cukai Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Barang Bawaan Kru Pesawat

Pilot asal Malaysia berinisial MS (39) yang menjadi kurir ekstasi jaringan internasional positif narkoba selama menerbangkan pesawat ke Indonesia. Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta meningkatkan sistem pemeriksaan.
Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pilot asal Malaysia berinisial MS (39) yang menjadi kurir ekstasi jaringan internasional positif narkoba selama menerbangkan pesawat ke Indonesia.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan MS membawa penumpang sedikitnya 170 orang saat menerbangkan pesawat dengan penerbangan MH-727 rute Kuala Lumpur–Indonesia.

Selama perjalanan itu, sambung dia, MS dalam keadaan positif menggunakan narkotika.

"Jadi pilot ini positif MDMA, ekstasi, methamphetamine dan kokain di dalam tes urinnya. Berarti kemungkinan pada saat menerbangkan ke Indonesia posisinya memakai," katanya, Sabtu (1/8/2026). 

Hengky mengatakan MS diketahui sudah tiga kali melakukan menyelundupkan narkotika. 

Pertama, MS membawa sabu-sabu ke Sabah, Malaysia. Kedua, MS membawa sabu-sabu ke Jakarta.

Ketiga, MS membawa ekstasi dan sabu-sabu ke Jakarta hingga akhirnya aksinya ini terungkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta. 

"Selain dari 14 bungkus ini, dia pun membawa 4 gram metampetamin. Kalau tadi ekstasi, ini metampetamin, sabu di tempat barang pribadinya," ungkapnya. 

Hengky menyebut barang haram tersebut disimpan MS di dalam koper bagasi.

Adapun modus yang MS gunakan, yakni memanfaatkan keistimewaan jalur crew saat melakukan check-in di Bandara Soekarno-Hatta sehingga jalurnya berbeda dengan penumpang umum.

​"Di dalam koper besar tersebut, total ada sebanyak 14 bungkus ekstasi yang berisi total 70.144 butir disembunyikan di bawah tumpukan pakaian," ujar Hengky. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hengky mengatakan MS mendapatkan bayaran sebagai “kurir”. 

Aktor utama yang kini masih dalam pengembangan memberi upah sekitar 50.000 ringgit atau setara dengan Rp220 juta kepada MS.​

"Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan itu dia di upah 50.000 Ringgit. Itu berdasarkan pemeriksaan sementara," katanya. 

Buntut kasus ini, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta meningkatkan sistem pemeriksaan dan pengawasan terhadap barang bawaan seluruh awak pesawat baik maskapai internasional maupun domestik.

"Kalau jalur khusus crew itu memang kewajiban kita menyediakan. Tapi berarti dengan kejadian ini maka kami akan melakukan random misalnya pengecekan lebih ketat lagi terhadap pilot dan crew dari penerbangan," terangnya. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:51
04:45
01:30
01:23
06:42
38:14

Viral