news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sejumlah siswa menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 33 Banda Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (16/7)..
Sumber :
  • Antara

Lomba MBG Disekolahku Resmi Dibuka, Siswa SD dan SMP Diajak Ceritakan Pengalaman Makan Bergizi Gratis

Lomba ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperoleh masukan langsung dari para siswa mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kebiasaan menulis tangan di kalangan pelajar dinilai semakin memudar seiring meningkatnya penggunaan gawai dalam aktivitas sehari-hari. Di tengah kekhawatiran terhadap menurunnya kemampuan literasi dan keterampilan motorik anak, sebuah lomba karya tulis nasional digelar untuk mendorong siswa kembali menulis secara manual sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena sejumlah indikator menunjukkan kemampuan literasi siswa Indonesia masih tertinggal. Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 mencatat skor literasi siswa Indonesia berada di angka 371, jauh di bawah rata-rata negara-negara OECD yang mencapai 487.

Di sisi lain, penggunaan perangkat digital yang semakin intensif juga dinilai berdampak pada perkembangan keterampilan motorik anak. Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini pada 2025 menemukan bahwa 65 persen anak mengalami penurunan keterampilan motorik halus akibat minimnya aktivitas fisik dan penggunaan tangan, salah satunya karena tingginya intensitas penggunaan gadget.

Berangkat dari kondisi tersebut, Yayasan Kreasi Anak Remaja Indonesia meluncurkan Lomba Karya Tulis Nasional bertajuk “MBG Disekolahku” dengan tagline “Menuju Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkarakter”. Lomba ini ditujukan bagi siswa Sekolah Dasar kelas 4–6 dan Sekolah Menengah Pertama kelas 7–9 di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Yayasan Kreasi Anak Remaja Indonesia, Risbar Berlian Bachri, mengatakan lomba ini dirancang sebagai ruang partisipasi bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman mereka terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di sekolah masing-masing.

"Melalui Lomba Karya Tulis Nasional MBG Disekolahku, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran, kreativitas, serta kepedulian siswa terhadap pentingnya Makan Bergizi Gratis untuk masa depan bangsa yang lebih sehat dan berkarakter," ujar Risbar dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Ketua Umum Yayasan Kreasi Anak Remaja Indonesia, Risbar Berlian Bachri.
Sumber :
  • Yayasan Kreasi Anak Remaja Indonesia.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membudayakan kembali kebiasaan menulis tangan di kalangan pelajar. Menurut penyelenggara, latihan menulis secara manual tidak hanya berkaitan dengan kemampuan literasi, tetapi juga membantu melatih koordinasi tangan, ketelitian, dan kemampuan menuangkan gagasan secara runtut.

Tema Program Makan Bergizi Gratis dipilih karena dinilai berkaitan erat dengan kesiapan anak dalam belajar dan berkonsentrasi. Kecukupan gizi disebut berperan dalam mendukung kemampuan berpikir, daya tahan fisik, serta aktivitas literasi, termasuk menulis dan menyusun gagasan.

Risbar menambahkan bahwa lomba ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperoleh masukan langsung dari para siswa mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah.

Peserta dapat memilih salah satu dari enam subtema yang disediakan, antara lain pengalaman mengikuti program MBG di sekolah, menu favorit, manfaat program bagi diri sendiri, hal yang perlu diperbaiki, cara mengurangi sisa makanan di sekolah, serta harapan terhadap program ke depan.

Karya ditulis dengan panjang 1–3 halaman untuk kategori SD dan 3–5 halaman untuk kategori SMP menggunakan format Times New Roman ukuran 12 dengan spasi 1,5. Setiap peserta wajib didampingi oleh seorang guru pembimbing dari sekolah masing-masing.

Penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek, yaitu kesesuaian tema, isi dan gagasan, kreativitas, kerapian tulisan, serta orisinalitas karya. Rangkaian kegiatan juga mencakup webinar mengenai gizi, penerbitan buku kumpulan karya terbaik, dan expo pendidikan.

Penyelenggara mengusulkan dewan juri berasal dari unsur Badan Gizi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, akademisi, praktisi pendidikan, serta praktisi Program Makan Bergizi Gratis. (cmi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:51
04:45
01:30
01:23
06:42
38:14

Viral