- Tangkapan layar
Awal Mula Mahasiswi FKM Undana Depresi Gegara Ujian Batal 12 Kali Ditelusuri, Kampus Panggil Dosen Penguji dan Pembimbing
tvOnenews.com – Jagat media sosial digemparkan oleh penampakan video viral yang memperlihatkan seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT, mengalami tekanan psikis dan depresi berat.
Mahasiswi tersebut tampak menangis histeris hingga meronta-ronta di lantai usai ujian skripsinya mendadak dibatalkan.
Dalam narasi video yang beredar luas, korban mengaku jadwal ujian skripsinya telah mengalami pembatalan hingga 12 kali. Tak hanya itu, ia juga mendadak diminta untuk mengganti dosen penguji sesaat sebelum ujian dilaksanakan.
- Tangkapan layar
Merespons riak kegaduhan publik tersebut, jajaran pimpinan FKM dan Rektorat Undana Kupang bergerak cepat melancarkan investigasi serta menelusuri kebenaran informasi guna mengurai benang kusut kasus ini.
Pihak fakultas langsung menjadwalkan pemanggilan terhadap dosen pembimbing maupun dosen penguji yang terlibat dalam proses akademis mahasiswi tersebut.
Dekan FKM Undana, Apris Adu, menegaskan bahwa koordinasi internal telah dilakukan secara intensif untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.
"Kami berkoordinasi dengan semua teman-teman, baik pembimbing maupun penguji. Namun, karena salah satu penguji ini masih dalam keadaan duka, kita masih memberi kesempatan satu-dua hari ini untuk bisa mendapatkan informasi yang betul-betul mendetail," ungkap Apris Adu saat memberikan keterangan resminya.
Panggil Dosen Pembimbing dan Kawal Penyelesaian Studi
Guna memastikan kejelasan secara transparan, pihak fakultas bersama Wakil Dekan I Bidang Akademik telah menyusun jadwal pemeriksaan lanjutan terhadap para dosen pembimbing.
"Untuk para pembimbing, kami juga sudah menjadwalkan dalam waktu dekat guna mendapatkan informasi menyeluruh mengenai kendala akademis yang dihadapi," lanjutnya.
Pihak Undana menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ini secara objektif dan mengutamakan pemulihan kondisi psikologis mahasiswi yang bersangkutan, agar proses studi yang tertunda dapat segera diruntaskan.