news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

PHK massal ratusan karyawan di PT Namnam Fashion Industries, pabrik garmen di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi..
Sumber :
  • Tangkapan Layar FB/Seli Salimah

Ratusan Ibu-ibu di Kota Cimahi Menangis Usai Terkena PHK Massal

PHK ratusan karyawan terjadi di PT Namnam Fashion Industries, pabrik garmen berlokasi di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan/Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:58 WIB
Reporter:
Editor :

Cimahi, tvOnenews.com - Viral di media sosial tangis ratusan karyawan sebuah pabrik garmen di Kota Cimahi, Jawa Barat pecah seusai mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Dalam video tersebut tampak sejumlah pekerja menangis saling berpelukan setelah perusahaan melakukan PHK massal terhadap 178 karyawan. 

Para pekerja yang didominasi perempuan itu tampak saling berpamitan sebelum meninggalkan tempat kerja mereka. 

Momen tersebut merupakan hari terakhir mereka di pabrik garmen tersebut. 

PHK massal ratusan karyawan di PT Namnam Fashion Industries, pabrik garmen di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi.
Sumber :
  • Tangkapan Layar FB/Seli Salimah

PHK ratusan karyawan tersebut disebut terjadi di PT Namnam Fashion Industries, pabrik garmen yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan/Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi.

Kondisi tersebut terjadi akibat pabrik mengalami kesulitan mempertahankan operasional usaha. 

Informasi PHK massal itu juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Asep Jayadi. 

"Menurut informasi di lapangan memang ada PHK totalnya itu 178 orang," kata Asep saat dikonfirmasi wartawan, pada Senin (3/8/2026).

Asep mengatakan, PHK dilakukan karena perusahaan mengalami kerugian dan menjalankan langkah efisiensi. 

PT Namnam Fashion Industries disebutnya sudah tidak mampu lagi mempertahankan kegiatan produksi. 

Perusahaan juga dikabarkan berencana mengubah jenis usaha setelah operasional sektor garmen tidak lagi dapat dipertahankan.

"Katanya ada efisiensi kerugian, mereka udah enggak kuat memproduksi garmen, rencana mau berubah jenis usaha juga. Kami sekarang mau melakukan penelusuran dulu untuk kepastiannya," pungkasnya. (muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:31
01:24
06:07
01:27
02:40

Viral