- Kolase Istimewa & tvOneNews
Sebelum Ditemukan Tewas, Mantan Istri Polisi di Medan Sempat Cerita Persoalan Cuma Dikasih Uang Rp10 Ribu
Medan, tvOnenews.com - Kasus kematian mantan istri polisi berinisial Winda Lorenza Gowasa alias WLG (30) masih menyisakan tanda tanya. Ia ditemukan tewas di kediaman keluarga mantan suami, Brigadir IH di Kota Medan.
WLG tewas akibat letusan senjata api milik mantan suami yang bertugas sebagai anggota Polsek Medan Sunggal. Namun, pihak keluarga membantah mantan istri polisi tersebut meninggal dunia karena mengakhiri hidupnya.
Di balik misteri kematian WLG, mantan istri polisi tersebut sempat curhat tentang kesedihannya, baik kepada sahabat maupun sang adik. Hal itu terjadi beberapa hari sebelum meninggal dunia.
Kepada sahabatnya, mendiang WLG mencurahkan isi hatinya terkait persoalan ekonomi dihadapi. Ia mengaku hanya diberikan uang sebesar Rp10 ribu oleh Brigadir IH.
"Korban meminta uang kepada IH untuk membeli makan, tetapi hanya diberikan uang sebesar Rp10.000," tulis RS dikutip dari Instagram Sahabat Loren dan Folk Cyber, Sabtu (8/8/2026).
- tvOneNews
Fakta tersebut muncul dari sebuah tangkapan layar percakapan WLG dengan sahabatnya yang beredar di media sosial. Di dalamnya menunjukkan bahwa mantan istri polisi itu mengirimkan sebuah foto.
Ia mengungkapkan dirinya hanya mendapat uang Rp10 ribu. Percakapan tersebut berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 09.57 WIB.
Tangkapan layar percakapan tersebut diperkuat oleh cerita adiknya berinisial IC (29). Ia mengungkapkan komunikasi terakhir dengan sang kakak yang sebelum diduga mengakhiri hidupnya.
IC menyampaikan WLG mengaku sedih hanya diberikan uang Rp10 ribu. Pada saat itu, mantan istri polisi tersebut diperintahkan untuk menjemput anaknya.
Namun, WLG sedang dalam kondisi tidak mempunyai bahan bakar minyak (BBM) atau bensin untuk kendaraannya. Hal ini mendorong korban meminta uang kepada suaminya.
"Ada bukti chatnya. Dia sudah coba minta sama suaminya, tetapi dia disuruh minta sama mama dan bapaknya, terus kata kakak ya enggak bisalah dia minta ke mertua, maunya dari dia," ungkap IC saat diwawancarai awak media di rumah duka di Kota Medan, Rabu (5/8/2026).
Situasi ini tentu menimbulkan perdebatan terkait masalah uang. Selain itu, pada 13 Juli 2026, korban juga menceritakan kisah pilunya mengenai persoalan ekonomi.
Dalam sebuah tangkapan layar percakapan dengan sahabatnya, ia mengungkapkan kondisi saat dirinya mempunyai uang. Ia mengaku bahwa dirinya telah diperlakukan baik.
Saat tidak memiliki uang, ia mengaku bahwa dirinya tak diperlakukan semestinya. Kondisi ini membuat ia curhat terkait anak-anaknya pernah diajak bertemu teman wanita Brigadir IH.
Kata korban, anak-anaknya sempat diajak makan bersama oleh sang ayah. Di balik itu, anak pertamanya mengungkapkan bahwa dirinya dan adiknya diajak berkenalan dengan sosok perempuan tersebut.
Pernyataan ini kembali diperkuat oleh adik WLG. IC mengungkapkan bahwa sang kakak menceritakan anak-anaknya diajak bertemu dengan teman wanita mantan suaminya.
"Belum lama ini, dia bilang, 'Dek saya sedih anak-anak melapor. Mereka diajak kenalan sama cewek papi'," tutur IC.
Kronologi Mantan Istri Polisi Ditemukan Tewas di Medan
Sebelumnya, peristiwa kematian WLG terjadi di dalam kamar mandi sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (2/8/2026) pada sore hari.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan mengungkapkan bahwa situasi saat itu menunjukkan korban dan mantan suami berada di rumah. Sebelum istirahat, IH meletakkan sebuah tas berisi senjata api di atas meja.
Saat IH terbangun, senpi tersebut sudah tidak ada. Anggota polisi itu tampaknya menyadari bahwa sang istri berada di dalam kamar mandi yang terkunci.
Sementara, Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengungkapkan bahwa IH sempat melakukan pencegahan agar tidak melakukan hal tersebut. Adapun anak korban inisial M berkali-kali mengetuk pintu kamar mandi namun tidak ada jawaban.
Sayangnya suara letusan tembakan terdengar sehingga WLG ditemukan tewas. Hal ini membuat tim Inafis langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil Laboratorium Forensik
Berdasarkan dari hasil pemeriksaan di Laboratorium forensik (Labfor) Polda Sumut, senpi yang dipakai mantan istri polisi jenis revolver kaliber 38.
Kabid Labfor Polda Sumut Kombes Rio Nababan menyebut hasil proyektil yang ditemukan di tubuh korban identik dengan peluru dari senpi tersebut.
"Kami bandingkan dengan yang sudah dilakukan pengambilan proyektil yang ada di tubuh korban. Hasilnya identik bahwa proyektil yang ada di dalam tubuh korban tersebut berasal dari senjata yang diperiksakan oleh penyidik kepada kami," ujar Rio.
Tim Labfor juga melakukan pemeriksaan terhadap pakaian korban dan Brigadir IH. Dari hasil Labfor, jejak tembakan ditemukan di pakaian korban.
"Pakaian untuk suami, setelah kami lakukan pemeriksaan laboratoris, juga menghasilkan hasil yang negatif terhadap adanya jejak tembakan atau gunshot residue (GSR) tersebut," jelas Rio.
Keluarga Winda Lorenza Laporkan Mantan Menantunya
Pada Kamis (6/8/2026) malam, keluarga Winda Lorenza resmi melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan dilakukan Brigadir IH kepada Polda Sumut.
Pengajuan laporan tersebut tak lepas keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi jenazah putrinya. Ayah kandung Winda Lorenza, Sanalu Gowasa membuat laporan ke SPKT Polda Sumut.
Laporan Polisi tersebut telah teregister dengan nomor LP/B/1286/VIII/2026/SPKT/Polda Sumatra Utara. Berdasarkan dari temuan pihak keluarga, ada sejumlah luka pada tubuh korban saat jenazah tiba di rumah duka.
"Saat jenazah korban sampai di rumah duka, pihak keluarga melihat luka lebam di bagian wajah, kepala, dan badan, serta bekas luka sayatan di bagian kaki," ujar kuasa hukum keluarga Winda Lorenza, Paul Junisu Jethro Tambunan.
(hap)