news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pembunuhan..
Sumber :
  • Dok Antara

Kronologi Mantan Istri Polisi Tewas Tertembak di Medan: Pernah Curhat Diberi Uang Cuma Rp10 Ribu

Kematian mengenaskan mantan istri anggota polisi berinisial Winda Lorenza Gowasa alias WLG (30) di Kota Medan masih menyelimuti teka-teki besar. Korban ditemu..
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:31 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Kematian mengenaskan mantan istri anggota polisi berinisial Winda Lorenza Gowasa alias WLG (30) di Kota Medan masih menyelimuti teka-teki besar.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar mandi rumah keluarga mantan suaminya Brigadir IH yang bertugas di Polsek Medan Sunggal.

Meskipun WLG merenggang nyawa akibat letusan senjata api (senpi) milik Brigadir IH, pihak keluarga menolak keras narasi yang menyebutkan bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri.

Ilustrasi penembakan
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Sebelum insiden tragis pada Minggu (2/8/2026) sore tersebut, WLG ternyata sempat meluapkan beban emosionalnya terkait masalah ekonomi serta keretakan hubungannya dengan Brigadir IH kepada sahabat dan sang adik.

Chat Pilu Terbongkar: Cuma Diberi Rp10 Ribu untuk Bensin

Dalam bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp tertanggal 24 Juli 2026 yang beredar luas, WLG mengaku hanya diberi uang Rp10.000 oleh mantan suaminya saat hendak membeli makan dan menjemput anak.

Pengakuan tersebut diperkuat oleh adik korban, IC (29). Ia membeberkan bahwa sang kakak sempat bingung dan sedih lantaran tak memiliki ongkos untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) saat diperintahkan menjemput anak.

"Ada bukti chatnya. Dia sudah coba minta sama suaminya, tetapi disuruh minta sama mama bapaknya. Kakak ya enggak bisalah, maunya dari suaminya," ungkap IC saat ditemui di rumah duka, Rabu (5/8/2026).

Tak hanya tertekan secara finansial, WLG juga memendam pilu usai anak-anaknya melapor bahwa mereka diajak bertemu dengan teman wanita baru dari mantan suaminya tersebut.

Kronologi Kejadian dan Hasil Olah TKP Labfor

Insiden berdarah itu terjadi di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Medan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Brigadir IH meletakkan tas berisi senpi jenis revolver kaliber 38 di atas meja.

Saat terbangun dari tidur, senpi tersebut sudah hilang dan pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam. Tak lama berselang, suara letusan senjata api menggelegar dari dalam kamar mandi.

Kabid Labfor Polda Sumut, Kombes Rio Nababan, mengonfirmasi bahwa proyektil di tubuh korban identik berasal dari senpi revolver tersebut.

Hasil tes residu mesiu (Gunshot Residue/GSR) pada pakaian Brigadir IH juga menunjukkan hasil negatif.

Kendati terdapat klaim intrik internal, keluarga besar WLG menemukan sederet kejanggalan fisik pada jasad korban saat tiba di rumah duka.

Ayah kandung korban Sanalu Gowasa didampingi kuasa hukumnya Paul Junisu Jethro Tambunan resmi melaporkan Brigadir IH ke SPKT Polda Sumatra Utara atas dugaan tindak pidana pembunuhan berencana pada Kamis (6/8/2026) malam.

Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/1286/VIII/2026/SPKT/Polda Sumatra Utara.

"Saat jenazah korban sampai di rumah duka, pihak keluarga melihat luka lebam di bagian wajah, kepala, dan badan, serta bekas luka sayatan di bagian kaki," tegas Paul Junisu Tambunan membongkar kejanggalan tersebut. 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
12:21
02:04
03:45
02:28
03:25

Viral