news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/3)..
Sumber :
  • Antara

Norman Joesoef Diisukan Jadi Calon Wamenhan, Dave Laksono Respons Begini soal Mencuatnya Nama CEO Republikorp

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono merespons kabar mencuatnya nama CEO Republikorp Norman Joesoef yang diisukan akan masuk bursa calon Wamenhan baru.
Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:32 WIB
Reporter:
Editor :

Terkait wacana pengisian posisi Wakil Menteri Pertahanan, menurut saya, hal tersebut merupakan bagian dari kewenangan Presiden dalam menentukan susunan dan kebutuhan kabinet," ungkapnya.

"Karena itu, kita perlu menunggu keputusan resmi dan tidak mendahului proses yang masih berjalan. Yang terpenting, siapa pun yang nantinya dipercaya harus memiliki kapasitas untuk menjawab kebutuhan organisasi dan memperkuat pelaksanaan kebijakan pertahanan nasional,” pungkasnya.

Nama Norman Joesoef sendiri sebenarnya tidak sepenuhnya asing di sektor keamanan dan militer. Ia merupakan pendiri sekaligus CEO Republikorp, yakni perusahaan pertahanan serta pengembangan teknologi taktis dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Sebagai figur profesional di bidang pertahanan, rekam jejak Norman bisa jadi sejalan dengan visi modernisasi kemandirian militer yang sering digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan maupun konfirmasi resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun Kementerian, mengenai kepastian wacana penambahan atau pergantian posisi Wamenhan.

Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya telah ditanya awak media mengenai kemungkinan adanya perombakan kabinet atau reshuffle di bulan Agustus 2026.

Menurutnya, jika nanti memang ada rencana reshuffle, prioritasnya adalah pengisian jabatan wakil menteri yang kosong.

"masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan, bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih,” kata Prasetyo kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

“Sekali lagi, kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong,” lanjut dia. (rpi)

 
 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
12:21
02:04
03:45
02:28
03:25

Viral