news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Karung Misterius Berisi Jasad Pria Diduga Korban Mutilasi di Depok Diidentifikasi, Nyaris Terbakar Karena Dikira Sampah.
Sumber :
  • Istimewa

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Senin, 10 Agustus 2026 - 01:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pihaknya masih mencari dua kaki milik korban yang dibuang pelaku Saepul (26) di aliran sungai kawasan Pitara. 

"Tim dari Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus berupaya masih mencari masih potongan badan bagian bawah, dua kaki ya, yang dibuang oleh tersangka," ujarnya dikutip Sabtu (9/8/2026). 

Iman mengatakan ada dua kendala yang dihadapi pihaknya dalam pencarian potongan tubuh tersebut, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.

Penemuan korban mutilasi di Depok
Sumber :
  • Istimewa

"Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai," katanya. 

Pihaknya pun menerjunkan tim dari K9 serta mengatur durasi pencarian demi efektifitas pencarian.

"Tentunya tim dari K9 dan tim kami juga harus diatur supaya kami tetap bisa bertahan sampai dengan kami menemukan potongan tersisa yang belum ditemukan tersebut," terangnya. 

Sebelumnya diberitakan, warga Depok digegerkan dengan penemuan karung berisi jasad manusia dalam kondisi tak lengkap di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas. 

Pada akhirnya diketahui bahwa Saepul merupakan pelaku dibalik aksi mengerikan ini. Sementara itu, korbannya adalah pria berinisial K (51). 

Korban dan pelaku berkenalan dengan pelaku melalui media sosial sebelum memutuskan bertemu di kontrakan pelaku di Cipayung pada 23 Juli 2026.

Pertemuan tersebut berujung pada pembunuhan disertai mutilasi. Jasad korban dimutilasi pelaku untuk menghilangkan jejak.

Setelah itu, tubuh korban dibuang di kawasan Tanah Merah, sedangkan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara. 

Teranyar, polisi menemukan fakta bahwa pelaku berniat menguasai harta korban. Berdasarkan keterangan yang diterima, pelaku sempat melihat korban berfoto dengan motor PCX.

Pelaku pun menjual motor korban sebelum akhirnya ditangkap di Banten saat hendak melarikan diri. (ant/nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
12:21
02:04
03:45
02:28
03:25

Viral