news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kru memeriksa kesiapan helikopter Bell 206L-3 sebelum melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan di wilayah udara Kalimantan Tengah di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Selasa, (4/8)..
Sumber :
  • Antara

BMKG Ungkap Penyebab Belum Bisa Laksanakan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kebakaran Hutan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di berbagai wilayah belum dapat dilaksanakan. 
Senin, 10 Agustus 2026 - 20:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di berbagai wilayah belum dapat dilaksanakan. 

Hal ini disebabkan oleh belum terbentuknya awan konvektif, yang merupakan syarat teknis utama dalam proses penyemaian garam.

Sebagai informasi, OMC adalah teknik intervensi untuk memicu hujan dengan menyebarkan garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke dalam kumpulan awan. 

Operasi ini dilakukan menggunakan pesawat khusus berdasarkan analisis data ilmiah yang melibatkan kolaborasi antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI Angkatan Udara.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan pada Senin (10/8) di Jakarta bahwa pelaksanaan modifikasi cuaca diperkirakan baru bisa dilakukan setelah 10 hari ke depan, tergantung pada perkembangan kondisi awan di tiap-tiap wilayah terdampak.

"Kondisi setiap daerah beda-beda, tapi kami pantau terus sampai ada potensi (awan) untuk OMC," kata dia.

Penjelasan ini merespons lonjakan kasus karhutla yang dicatat oleh BNPB dalam kurun waktu 7 hingga 10 Agustus 2026. 

Sejumlah titik api terpantau melanda wilayah Pulau Sumatera, Jawa, Bangka Belitung, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci bahwa dampak paling signifikan di Jawa Timur terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Hingga Minggu (9/8) malam, lahan yang terbakar mencapai 520 hektare, sehingga pengelola memutuskan menutup total seluruh akses wisata sejak Sabtu (8/8).

Masih di Jawa Timur, api juga menghanguskan 6,5 hektare lahan di Gunung Watangan, Jember. 

Di Jawa Barat, kebakaran terjadi di Subang (2 hektare), sementara di Jawa Tengah, karhutla melanda Jepara (2 hektare) serta Banyumas (3 hektare) yang dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah.

Untuk wilayah Sulawesi, tercatat 72,4 hektare lahan terbakar di Pulau Bakalan, Banggai Kepulauan, dan 3 hektare di Gunung Batu Pongki, Tojo Una-Una. 

Sementara di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, petugas gabungan masih berupaya menjinakkan api yang melahap 15 hektare lahan.

Daerah lain yang turut melaporkan kejadian karhutla meliputi Halmahera Timur seluas 23 hektare, Sorong 2 hektare, Belitung Timur 2,29 hektare, serta Aceh Besar dengan luasan satu hektare.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:50
02:12
01:13
01:26
01:32
03:29

Viral