news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

POV MC brand Newport soal hafalan Ad-Dhuha tukar sebotol miras.
Sumber :
  • Threads/aqueer_ & Instagram @hilmi.firdausi

Viral Challenge Hafalan Surah Ad Dhuha Berhadiah Miras, MUI: Pelaku Harus Pertanggungjawabkan Perbuatannya

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan adanya challenge hafalan surah Ad Dhuha berhadiah miras. Ini respons MUI.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan adanya challenge hafalan surah Ad Dhuha. Apabila hafal, maka orang yang ditantang akan mendapatkan minuman keras (miras). 

Challenge ini diduga berada di booth produk miras di salah satu festival musik. 

Dari video yang dilihat, tampak satu orang pengunjung yang ditantang berhasil menghafal surah Ad Dhuha.

Setelah itu, terdengar tepukan tangan dari para pengunjung lainnya.

Terkait viralnya video ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras viral aksi tersebut. MUI menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. 

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menegaskan memadukan ayat suci dengan minuman beralkohol telah melanggar tatanan agama, etika moral hingga hukum yang berlaku. 

Menurut dia, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan baik secara keagamaan, moral etika maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya, Selasa (11/8/2026). 

Dia memaparkan Al Quran sangat disucikan. Membaca dan memahaminya merupakan bentuk ibadah bernilai tinggi.

Sementara itu, minuman keras merupakan jenis minuman yang jelas-jelas diharamkan dalam Al Quran.

"Membuat gimik membaca Al Quran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Al Quran," tegasnya. 

Terkait viralnya video tersebut, pihak penyelenggara The Sounds Project ikut buka suara. 

Pihak penyelenggara tidak membenarkan perilaku tersebut. Bahkan, The Sounds Project sudah memanggil pihak sponsor dan memintanya untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apapun," tulisnya lewat Instagram resmi. 

"Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas," sambungnya. (nsi)

 
 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
06:34
03:47
01:38
02:31
01:50

Viral