- Istimewa
Asal Muasal Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Ungkap Ada Kerja Sama Olahraga Menembak Air Rifle
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap asal muasal penemuan 995 pucuk senjata di sekolah swasta, yang terletak di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, sejak Juli hingga Rabu (5/8/2026) lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi, diketahui bahwa senjata tersebut berada di sekolah lantaran ada perjanjian olahraga menembak air rifle.
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara Yayasan dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle,” kata Budi, kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Budi menuturkan, hingga saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman terkait legalitas hingga peruntukan barang tersebut.
“Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap legalitas, kepemilikan, penyimpanan, serta penggunaan barang-barang tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah swasta, yang terletak di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Senin (10/8/2026).
Olah TKP ini merupakan tindak lanjut dari penemuan ratusan senjata hingga narkoba yang terjadi pada beberapa waktu lalu.
Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino de Tech mengatakan, olah TKP ini dilakukan guna memastikan tidak adanya barang-barang yang diduga berbahaya di sekolah.
“Hari ini ada tiga ruangan yang sebelumnya juga sudah pernah dicek oleh piket Reskrim, hal ini untuk memastikan agar tidak ada kekhawatiran dari pihak guru maupun dari wali murid atau orang tua murid, kami lakukan bersama Puslabfor. Tiga ruangan sudah kami lakukan pemeriksaan,” kata Alpino, kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Kemudian, Alpino menerangkan, hasil olah TKP ini didapati adanya 30 barang bukti berupa senjata angin hingga amunisi di ruangan eks Ketua Pengurus Yayasan, ruangan Sekretaris, dan ruangan Sarana Prasarana Yayasan.
Namun diketahui bahwa dari hasil pemeriksaan Puslabfor, senjata airsoft gun yang ditemukan itu kondisinya sudah rusak dan sudah tidak utuh.
“Hasil temuannya masih sama, ada airsoft gun, ada juga amunisi, ada juga magasin airsoft gun, dan sparepart dari senjata, contohnya sasaran tembak dan gagang senjata. Itu aja. Totalnya ada 30 item yang telah ditemukan Puslabfor yang berkaitan dengan senjata, senjata angin, amunisi, dan sparepart-nya,” ujarnya.
Kemudian dalam olah TKP ini, pihaknya juga telah melakukan pengambilan sampel DNA untuk mengecek orang-orang yang pernah masuk ke dalam ruangan tersebut.
“DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pengecekan sebuah ruangan yang disebut-sebut sebagai bunker. Hasil pemeriksaan didapati bahwa ruangan tersebut merupakan basement yang terconnecting dengan ruangan.
“Jadi basement ada tangganya terconnecting dengan ruangan, itu juga sudah dicek. Dan tidak ditemukan barang bukti,” jelasnya.
Kemudian, dengan dilakukannya olah TKP pada hari ini, Alpino menyebutkan bahwa pihak yayasan telah merasa cukup untuk dilakukan pengecekan, sehingga dapat kembali melakukan aktivitasnya.
“Tadi kami sudah konfirmasi kepada PLT Ketua Pengurus dan juga kuasa hukumnya, dari pihak yayasan menyatakan sudah cukup dan mereka sudah bisa melakukan aktivitasnya lagi. Iya (dinyatakan steril),” tegasnya. (Ars/ree)