news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Polri..
Sumber :
  • Istimewa

Kronologi Prajurit dan Mahasiswa Tabrak Polisi hingga Tewas di Bandung, TNI Minta Maaf

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan duka cita kepada keluarga Aiptu Asep dan keluarga besar Polri.
Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - TNI Angkatan Darat (AD) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya anggota Polrestabes Bandung Aiptu Asep Suhara dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Merdeka, Kota Bandung. 

Dalam kecelakaan tersebut, terdapat dua prajurit TNI AD yang berada di dalam mobil Honda Civic Ferio yang dikemudikan mahasiswa bernama Adham.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan duka cita kepada keluarga Aiptu Asep dan keluarga besar Polri.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Aiptu Asep Suhara, anggota Polrestabes Bandung, dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Merdeka, Kota Bandung,” kata Donny dalam keterangannya, Rabu 12 Agustus 2026.

TNI AD juga menyampaikan permintaan maaf atas musibah tersebut dan mendoakan keluarga korban yang ditinggalkan.

"Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas musibah yang terjadi serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Donny.

Berdasarkan laporan yang diterima TNI AD, kecelakaan tersebut berlangsung di Jalan Merdeka, Kota Bandung, pada Minggu 9 Agustus 2026.

Kendaraan yang terlibat merupakan mobil milik personel Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav). Saat kecelakaan terjadi, mobil tersebut dikemudikan warga sipil bernama Adham.

Adham kini telah diamankan Polrestabes Bandung dan ditetapkan sebagai tersangka untuk menjalani proses hukum atas kecelakaan yang menewaskan Aiptu Asep.

Sejalan dengan proses penyidikan polisi, Pussenkav berkoordinasi dengan Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) III/Siliwangi dan Polrestabes Bandung.

TNI AD juga tengah memeriksa tiga personel yang berkaitan dengan kendaraan tersebut. Mereka terdiri atas satu prajurit yang merupakan pemilik kendaraan dan dua prajurit lainnya yang menjadi penumpang saat kecelakaan.

“Tiga personel TNI AD yang terkait dengan kendaraan tersebut, masing-masing satu orang selaku pemilik kendaraan dan dua orang lainnya yang merupakan penumpang di mobil tersebut, sedang menjalani pemeriksaan internal,” ungkap Donny.

Menurut Donny, pemeriksaan internal dilakukan untuk mengungkap fakta serta memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. TNI AD menyatakan menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.

Jenderal bintang satu itu memastikan pemeriksaan terhadap tiga personel dilakukan secara objektif dan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

"Apabila dari hasil pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh personel TNI AD, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

“Kami berkomitmen menangani peristiwa ini secara transparan dan profesional, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganannya berjalan dengan baik,” sambung Donny.

Sebelumnya, mahasiswa berinisial A yang telah menjadi tersangka dalam kasus tabrak lari hingga menyebabkan Aiptu Asep Suhara meninggal dunia diketahui berada di dalam mobil bersama dua prajurit TNI AD.

Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi mengungkapkan kecelakaan terjadi pada Minggu sekitar pukul 04.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Merdeka, tepat di depan El Royale, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Saat kejadian, A mengendarai mobil bersama dua anggota TNI. Kendaraan tersebut sebelumnya dipinjam A dari salah satu prajurit untuk membeli rokok.

“Pada saat kejadian terjadinya laka lantas itu bertiga. Sudah kami mintakan keterangannya semua dua orang itu," kata Dedi, Rabu 11 Agustus 2026.

Pada waktu yang sama, Aiptu Asep tengah mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang setelah mengikuti patroli gabungan.

Dedi memastikan dua prajurit TNI yang berada di dalam mobil tidak bertindak sebagai pengemudi. Kendaraan tersebut dikendarai A yang merupakan warga sipil.

Kedua prajurit itu juga telah menjalani pemeriksaan oleh Polisi Militer dan hingga kini masih berstatus sebagai saksi dalam perkara kecelakaan tersebut.

“Dua orang kebetulan hasil pemeriksaan dari POM kami selalu berkoordinasi, kami memeriksa bersama-sama, dua dari teman TNI, satu dari sipil. Cuma yang mengendarainya yang sipil, ya ini kami luruskan," ujar Dedi.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:49
10:25
04:20
02:32
05:01
25:05

Viral