- Istimewa
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya
Adapun akun yang dilaporkan tersebut memuat konten bahwa dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, maka warung, toko yang ada di desa itu akan ditutup.
“Nah, itu tidak benar. Tidak benar sama sekali. Nah, konten ini menggunakan, dibantu dengan AI. Pendekatannya IT, AI. Jadi seolah-olah suara yang keluar di konten itu adalah suaranya Pak Yandri. Padahal tidak sama sekali Pak Yandri mengeluarkan statement seperti itu,” tegas Taufik.
Menurut Taufik, dengan adanya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, pihaknya ingin menghidupkan warung-warung, UMKM, badan usaha milik desa, agar bersama-sama dengan Koperasi Desa Merah Putih atau Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi baik di desa maupun di kelurahan.
“Nah inilah yang menurut Pak Yandri sudah di-hack atau di-fake, deepfake, sehingga beritanya tidak benar seperti itu. Dan karena itu Pak Yandri secara pribadi tidak nyaman, merasa terganggu sekali,” ucap Taufik.
Terkait hal ini, Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Adex Yudiswan menyebutkan, saat ini laporan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Dalam proses ya,” terang Adex.(ars/raa)