- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Lewat Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Negara Hemat Rp10,5 Triliun untuk Pengadaan Alat Kesehatan
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyebut negara hemat Rp10,52 triliun dalam pengadaan alat-alat kesehatan.
Penghematan dilakukan melalui sentralisasi pengadaan yang berasal dari pinjaman bank dunia.
"Penghematan ini adalah contoh yang sudah kita lakukan. Kita melakukan sentralisasi pembelian alat-alat kesehatan yang berasal dari pinjaman Bank Dunia yang cukup besar," katanya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di kantor Ditjen Pajak, Jumat (14/8/2026).
Budi mengungkapkan, bahwa sentralisasi pengadaan ini menekan harga yang sebelumnya lebih tinggi dan didapatkan dengan harga yang lebih murah.
Sebagai contoh, kata Budi, harga cath lab yang harga normalnya mencapai Rp 14 hingga Rp 15 miliar kini bisa dibeli dengan harga lebih rendah yakni Rp 8 miliar.
Di sisi lain ia mengungkapkan bahwa anggaran peralatan kesehatan pada tahun 2026 mencapai Rp19,39 triliun. Namun dengan skema ini anggaran yang dikeluarkan hanya Rp9 triliun.
"Kita bisa menekan sampai Rp 9 triliun. Jadi ada penghematan 10,25 triliun atau 52 persen dari harga alat kesehatan yang sebelumnya terjadi pembeliannya," ujarnya.
Saat ini Kemenkes tengah melakukan konsolidasi pembelian obat dan bahan habis pakai (consumable) di seluruh rumah sakit dibawah Kementerian Kesehatan.
Setiap tahunnya anggarannya Rp5 triliun untuk obat dan consumable.
"Setiap tahun kita membeli sekitar Rp 5 triliun obat dan consumable dari Kementerian Kesehatan, harganya berbeda-beda untuk merek yang sama dari masing-masing rumah sakit, sekarang kita konsolidasi," tandasnya.(aha/raa)