news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mensesneg Prasetyo Hadi.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar-tvOne

Prabowo Pertimbangkan ke NTT Tinjau Penanganan Pascagempa, Istana: Kita Lihat Situasinya

Presiden RI Prabowo Subianto belum dipastikan akan mengunjungi langsung korban gempa bumi di NTT. Istana masih mempertimbangkan situasi di lapangan.
Senin, 17 Agustus 2026 - 09:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto belum dipastikan akan mengunjungi langsung korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Istana masih mempertimbangkan situasi di lapangan sebelum menentukan agenda Presiden ke wilayah terdampak bencana.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan keputusan terkait kunjungan Presiden Prabowo masih akan melihat perkembangan penanganan gempa. Saat ini, sejumlah menteri telah lebih dahulu berada di lokasi untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak berjalan.

“Nanti kita lihat situasinya ya. Para menteri juga sudah di sana, kita lihat seperti apa lalu kita putuskan,” ungkap Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan ketika penanganan dampak gempa NTT masih berlangsung. Pemerintah pusat sebelumnya telah mengerahkan jajaran kementerian dan lembaga untuk memperkuat respons darurat di wilayah terdampak.

Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di sejumlah wilayah NTT. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan pada Minggu (16/8/2026), jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 53 orang.

“Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian Kabupaten Manggarai Barat satu jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa,” kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

Selain korban meninggal, sebanyak 135 orang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Pemerintah terus melakukan penanganan medis terhadap korban sebagai bagian dari prioritas tanggap darurat.

“Untuk korban luka yang saat ini sedang dirawat di puskesmas terdekat, total berjumlah 135 jiwa. Di Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan, Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 109 jiwa luka ringan, Manggarai Barat 6 jiwa luka berat,” katanya.

Di tengah proses penanganan tersebut, pemerintah juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kehadiran sejumlah menteri di wilayah bencana menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat dalam menentukan langkah berikutnya.

BNPB memastikan penanganan korban terus dilakukan, sementara pemerintah menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.

“Sekali lagi, atas pemerintah, tentu saja kita mendoakan yang terbaik untuk para korban dan simpati yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Abdul Muhari. (agr/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:44
05:17
03:26
01:57
00:56
26:58

Viral