news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Petugas SPBU Mengisi Bahan Bakar Minyak Jenis Pertalite.
Sumber :
  • Tim TvOne/Zulfahmi

Siap-siap Pemerintah Bakal Pangkas Habis Subsidi Pertalite, Ketersediaan Dipatok 20 Juta Kiloliter

Pemerintah memangkas drastis kuota BBM bersubsidi untuk 2027. Volume BBM subsidi yang tahun ini masih berada di kisaran 48 juta kiloliter (KL), tahun depan dipatok hanya 20,09 juta KL.
Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memangkas drastis kuota BBM bersubsidi untuk 2027. Volume BBM subsidi yang tahun ini masih berada di kisaran 48 juta kiloliter (KL), tahun depan dipatok hanya 20,09 juta KL.

Penurunan tersebut bukan sekadar perubahan angka dalam RAPBN 2027. Kementerian Keuangan mengungkap, pengurangan kuota berkaitan erat dengan rencana pemerintah memperketat penyaluran BBM subsidi, termasuk Pertalite.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Ferry Ardiyanto mengatakan, pembatasan penyaluran menjadi salah satu alasan pemerintah menurunkan volume subsidi BBM pada tahun depan.

“Jadi kalau rekan-rekan media ada di Kemenkeu pada saat pertemuan dengan doorstop atau pertemuan Menteri ESDM dan Menteri Keuangan, kan disebutkan bahwa akan melakukan beberapa hal terkait dengan pengendalian subsidi termasuk salah satunya yang Pertalite itu,” ujar Ferry, dalam agenda konferensi pers bersama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI di Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).

“Nah, ini mungkin salah satu dasar mengapa subsidi jenis BBM tertentu akan berkurang di tahun 2027,” tuturnya menegaskan.

Ferry menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah melakukan pembicaraan awal mengenai pengendalian subsidi tersebut. Pertalite menjadi salah satu jenis BBM yang masuk dalam pembahasan.

Rencana tersebut sekaligus menjawab wacana pemerintah untuk mengubah pola penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran. Pemerintah tidak ingin subsidi BBM yang nilainya besar justru dinikmati masyarakat yang secara ekonomi dinilai tidak membutuhkan.

Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya menegaskan pembatasan pembelian Pertalite bukan berarti pemerintah akan menaikkan harganya. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan subsidi benar-benar diterima kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Yang pertama diluruskan harga nggak naik ya kata Pak Bahlil (Menteri ESDM). Cuman kan waktu di DPR, tahun lalu ya kalau nggak salah di DPR kan saya diperintah untuk memastikan subsidinya lebih tepat sasaran,” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).

Pemerintah juga tidak serta-merta memberlakukan pembatasan secara penuh. Purbaya mengatakan kebijakan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian dan masyarakat.

“Kita akan lakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya seperti apa sih. Kalau let’s say desil 10 saya stop nggak boleh beli Pertalite gimana dampaknya ke ekonominya,” tutur Purbaya.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pertamina disebut telah melakukan riset mengenai teknologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi sekaligus memastikan penyaluran Pertalite lebih tepat sasaran.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan pengendalian subsidi merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar BBM bersubsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak.

Bahlil menyoroti masih adanya kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi yang menikmati BBM subsidi. Kondisi tersebut dinilai membuat anggaran subsidi tidak sepenuhnya jatuh kepada kelompok yang membutuhkan.

“Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil.(agr/raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
05:07
01:30
06:26
01:12
01:16

Viral