- Aldi Herlanda/tvOnenews
KPK Bongkar Dugaan Pemotongan Upah Pungut di Bapenda Kabupaten Bogor
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku, telah melakukan kegiatan penyelidikan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Kamis (20/8/2026) malam.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan bahwa penyelidikan yang dilakukan terkait dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara khususnya di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda).
"Kegiatan penyelidikan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor ini terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara dari pemotongan upah pungut yang dilakukan di Dinas Pendapatan di Kabupaten Bogor," katanya kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Budi mengungkapkan, bahwa sejak Kamis malam telah dilakukan gelar perkara di tingkat pimpinan dan diputuskan terkait dengan perkara tersebut untuk naik ke tahap penyidikan.
Meski begitu perkara ini masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum. Sehingga pihaknya belum menetapkan tersangka.
"Namun saat ini masih digunakan sprindik umum, artinya belum ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut," ungkapnya.
Di sisi lain, ia memastikan bahwa penyidik saat ini masih terus melakukan pendalaman terkait dengan dugaan pemotongan upah pungut tersebut. Sehingga ke depannya segera menetapkan tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti.
"Artinya belum ada penetapan tersangka, belum ada kecukupan alat bukti ya untuk penetapan tersangka ataupun pihak-pihak yang kemudian bertanggung jawab dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut," tandasnya.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor.
Berdasarkan kabar yang beredar, kegiatan ini telah mengamankan tiga orang. Mereka juga telah dibawa ke gedung KPK.
Tak hanya itu dalam operasi senyap ini, mengamankan barang bukti uang.
KPK Sempat Bantah ada OTT
Usai ramai soal OTT tersebut, KPK akhirnya buka suara mengenai kabar yang beredar tersebut.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa informasi mengenai operasi senyap tersebut tidak benar.
"Kami klarifikasi, bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Budi dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Di sisi lain Budi membenarkan bahwa ada kegiatan lain di Bogor. Namun ia tidak merinci kegiatan apa yang dimaksud.
"Adapun kegiatan lain oleh KPK di wilayah tersebut, benar ada, namun untuk saat ini secara detail kami belum dapat sampaikan," ujarnya.(aha/raa)