- Antara
Ribuan Sekolah Terdampak Gempa Bumi di Flores, BNPB Ungkap KBM Sekma Darurat Berlangsung
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.378 unit sekolah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi yang terjadi pada Sabtu pekan lalu.
Dampak kerusakan sarana pendidikan ini secara langsung memengaruhi aktivitas belajar 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan di wilayah tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan hingga saat ini tim reaksi cepat masih terus melakukan validasi data.
Ia menegaskan progres asesmen kelayakan bangunan sekolah kini telah mendekati tahap akhir.
"Progres pendataan secara keseluruhan telah mencapai 92 persen. Kerusakan sarana fisik meliputi 5.521 unit ruang kelas rusak serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan dengan kategori berat," kata Berton kepada awak media, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Berton menekankan pemerintah menjamin keselamatan fisik siswa dan guru dari potensi risiko gempa susulan, otoritas terkait bersama pemerintah daerah mengambil langkah mitigasi darurat dengan membatasi aktivitas di bangunan yang rapuh.
Selain itu, BNPB menyebut jika kegiatan belajar mengajar (KBM) di Flores tetap berlangsung pada masa pasca bencana itu.
Menurutnya proses KBM berlangsung dalam beberapa skema darurat dengan catatan 923 sekolah memutuskan menghentikan sementara aktivitas tatap muka atau meliburkan kelas demi keselamatan.
Selain itu, 171 sekolah mengalihkan sistem pembelajaran dengan moda jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah, 35 sekolah telah mengaktifkan kegiatan belajar menggunakan fasilitas ruang kelas darurat, dan 30 sekolah dilaporkan masih dalam kondisi aman dan dapat beroperasi secara normal.
Sementara itu, sisa 219 sekolah lainnya masih dalam proses verifikasi dan menunggu hasil penilaian kelayakan struktur bangunan dari tim teknis di lapangan.
Pemerintah menegaskan bahwa angka operasional sekolah ini bersifat dinamis seiring berjalan digelarnya evaluasi kelaikan bangunan bangunan sekolah yang retak.
Pemerintah pusat bersama kementerian lintas sektoral dan pemerintah daerah saat ini tengah memprioritaskan pemenuhan sarana darurat agar hak belajar anak-anak Flores tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sarana pascabencana.(raa)