- istimewa - antaranews
Prabowo Pimpin Rapat Karhutla di Palangkaraya, Kerahkan 1.500 Personel TNI dan 6 Helikopter
Palangkaraya, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Untuk diketahui, Presiden Prabowo tiba di Palangkaraya untuk memimpin rapat terkait penanganan Karhutla di Posko Aju yang ada di Bandara tersebut. Presiden tiba sekitar pukul 15.24 WIB.
Turun dari pesawat Presiden langsung menuju salah satu ruangan memimpin rapat.
Dalam rapat tersebut, hadir Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kepala BIN Herindra, Mendagri Tito Karnavian, dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
“Hari ini Sabtu 22 agustus 2026 setelah tadi dari posko di Kalimantan Barat di sini di Posko Aju Kalimantan Tengah Palangkaraya telah hadir beberapa menteri Kepala Staf Angkatan Darat, Wakapolri, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Kalteng,” ucap Teddy dalam pembukaan rapat.
Sebelumnya juga Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pangkalan Udara (Lanud) Supadio, Kalimantan Barat, Sabtu, (22/8/2026).
Rapat langsung digelar begitu Prabowo tiba di Lanud Supadio setelah terbang dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan terkini mengenai situasi Karhutla dan meminta penanganan dilakukan cepat, terkoordinasi, dan langsung di lapangan.
“Presiden juga menekankan agar Pemerintah Daerah tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Lima Langkah Penanganan
Pemerintah menyiapkan lima langkah dalam menangani kebakaran yang terjadi, di antaranya:
1. Penambahan 3 batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan yang akan didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi.
2. Menggunakan personel aparat di darat untuk memadamkan titik-titik api.
3. Penambahan 6 helikopter besar water bombing yang dijadwalkan tiba pada sore hari untuk memperkuat upaya pemadaman.
4. Memperbanyak Operasi Modifikasi Cuaca (ОМC) untuk mendukung penanganan karhutla, dengan mempertimbangkan potensi hujan yang diperkirakan terjadi di Kalimantan Barat.
5. Memperbanyak dan menambah alat pompapinasi dan bor air khususnya pada lahan-lahan gambut sehingga meredam titik panas bawah tanah. (aag)