news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan Dhana Baswara di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (22/8/2026)..
Sumber :
  • dok. pribadi

Gagas "Archipelagic Thinking", Tiyo-Dhana akan Serap Aspirasi Anak Muda untuk Masa Depan Indonesia

Dari sinilah konsep "Archipelagic Thinking" atau berpikir kepulauan dirumuskan. Sebuah kerangka berpikir yang mensyaratkan pemahaman menyeluruh terhadap karakter negara kepulauan yang majemuk.
Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Siapa yang tak mengenal eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto. Namanya mencuat di media sosial seusai dirinya aktif mengkritik kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Mahasiswa Ilmu Filsafat UGM itu, sangat vokal menanggapi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilainya tidak pro rakyat.

Tiyo Ardianto menjadi sosok "the rising star" dalam gerakan mahasiswa Indonesia saat ini. Ia kerap memunculkan gagasan-gagasan strategis yang berpotensi mengubah paradigma berpikir generasi muda Indonesia.

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto
Sumber :
  • YouTube/forumkeadilanTV

Salah satunya, "Archipelagic Thinking" sebuah kerangka berpikir yang mensyaratkan pemahaman menyeluruh terhadap karakter negara kepulauan yang majemuk.

Sebuah konsep yang dirumuskan bersama karibnya Dhana Baswara, seorang pemuda yang memiliki latar belakang pendidikan kebijakan publik Universitas of Sussex, Inggris. 

Gagasan berpikir kepulauan ini dicetuskan dalam diskusi tertutup di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (22/8/2026). 

Dalam pertemuan tersebut Tiyo banyak mengeksplorasi pengalaman Dhana selama menempuh pendidikan di Inggris. Salah satu yang menarik bagi Tiyo, masyarakat Inggris yang terbuka dan liberal, tetapi masih teguh menjaga tradisi. 

Namun ternyata menurut Dhana, tidak semua orang di Inggris menyukai anggota keluarga kerajaan, akan tetapi, faktanya secara umum masyarakat Inggris sangat menghormati sistem monarki-parlementer yang demokratis sebagai bagian dari warisan budaya nasional.

Tiyo melihat bahwa Indonesia dan Inggris sama-sama negara kepulauan — karena itu, seharusnya Indonesia bisa belajar cara "berpikir kepulauan" seperti yang diterapkan di Inggris. 

Dari sinilah konsep "Archipelagic Thinking" atau berpikir kepulauan dirumuskan. Sebuah kerangka berpikir yang mensyaratkan pemahaman menyeluruh terhadap karakter negara kepulauan yang majemuk.

Konsep ini menuntut pemerintah pusat sadar akan kondisi dan potensi masing-masing daerah. Sehingga nantinya lahir kebijakan yang sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

Selama ini, menurut mereka, kebijakan pemerintah Indonesia cenderung bersifat "one size fits all" satu standar diterapkan ke seluruh negeri, mengabaikan keunikan dan kekayaan tiap daerah.

Keduanya, sepakat merancang sebuah roadshow nasional ke berbagai daerah di Indonesia untuk kampanye "Archipelagic Thinking". Menemui generasi milenial dan Generasi Z untuk menyerap aspirasi langsung dari anak muda mengenai masa depan Indonesia.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:43
01:56
05:32
01:56
05:54
05:09

Viral