news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto..
Sumber :
  • Sekretariat Presiden

Alasan Prabowo Tak Langsung Datang ke Lokasi Gempa NTT: Saya Mau Beri Kesempatan Semua Instansi

Presiden Prabowo mengakui memang sengaja tidak langsung datang ke NTT seusai gempa. Salah satu alasan presiden adalah tidak ingin memecah konsentrasi para pejabat.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto mengungkap, alasan dirinya tidak langsung mendatangi lokasi bencana gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak awal masa tanggap darurat.

Prabowo mengaku sengaja memberi ruang kepada seluruh instansi agar fokus menangani dan melayani masyarakat terdampak.

Hal itu disampaikan Prabowo saat rapat terkait penanganan bencana gempa di NTT dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (26/8/2026).

“Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,” kata Prabowo.

Prabowo menilai kunjungan pejabat pusat ke lokasi bencana harus mempertimbangkan efektivitas penanganan. Sebab, pemerintah daerah dapat terbebani dengan agenda penyambutan dan pengamanan pejabat, yang berpotensi menggeser fokus dari pelayanan terhadap korban.

“Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya, itu kadang-kadang ada kecenderungan akhirnya bisa menjadi mengalihkan fokus pertama,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo memilih untuk terus memantau perkembangan dari pusat sembari memastikan bantuan dan pelayanan dikerahkan ke wilayah terdampak.

Menurut dia, kehadiran langsung di lokasi tidak akan berarti banyak apabila tidak disertai kemampuan pemerintah untuk mengatasi persoalan dan mengirimkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

“Tapi kita terus memonitor dan kita yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Itu yang paling penting, ya,” kata Prabowo.

“Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tapi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif,” sambungnya.

Prabowo mengatakan pemerintah pusat telah memantau perkembangan penanganan dan mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat terdampak.

Setelah menerima laporan dari jajaran terkait, Prabowo menilai upaya penanganan telah dilakukan secara maksimal, meski pemerintah tetap ingin meningkatkan kapasitas bantuan dan pelayanan.

“Jadi, setelah saya dapat laporan Saudara-saudara, saya memantau, kita sudah berbuat maksimal. Tentunya kita ingin berbuat lebih, ya,” tuturnya.

Sikap tersebut disampaikan di tengah besarnya skala bencana yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 7.259 kali gempa terjadi sejak 15 Agustus hingga Selasa (25/8/2026).

Episentrum gempa berada di sebelah utara Kabupaten Nagekeo. Getaran gempa berdampak terhadap tujuh kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, aktivitas kegempaan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam memasuki hari-hari penanganan tanggap darurat.

“Izinkan kami menyampaikan update hari ini, hari ke-12 Bapak Presiden, terkait dengan penanganan tanggap darurat bencana gempa di Flores. Jadi gempa ini untuk episentrumnya atau titiknya ada di sebelah utara tempat kita ini Bapak Presiden, di Nagekeo,” kata Suharyanto.

Sementara itu, Flores Timur menjadi satu-satunya kabupaten di Pulau Flores yang tidak terdampak langsung gempa. Namun, wilayah tersebut masih menghadapi ancaman bencana lain berupa aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Ada satu kabupaten yaitu Flores Timur yang tidak terdampak, tetapi Flores Timur itu terkena bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Bapak Presiden, yang beberapa tahun ini juga terus melaksanakan erupsi,” ujar Suharyanto. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral