- Istimewa
Kemerdekaan Sejati Tak Cukup Berdiri Sendiri, Syarikat Islam Dorong Kemandirian Ekonomi Umat
Jakarta, tvOnenews.com - Kemerdekaan sejati tidak hanya berarti bebas dari penjajahan dan mampu menentukan arah politik sendiri. Sebuah bangsa juga harus memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri secara ekonomi dan memenuhi kebutuhan rakyatnya tanpa ketergantungan mutlak kepada pihak asing.
Kemerdekaan politik memberi sebuah negara kewenangan untuk menentukan hukum, regulasi, dan kebijakan sendiri. Namun, kedaulatan tersebut akan sulit berdiri kokoh apabila tidak ditopang kekuatan ekonomi yang mandiri.
Hubungan politik dan ekonomi menjadi penting karena ketergantungan ekonomi dapat memengaruhi ruang suatu negara dalam mengambil keputusan. Negara yang ekonominya rapuh lebih rentan terhadap tekanan eksternal, mulai dari ketergantungan modal, utang, komoditas, hingga kebutuhan pangan dan energi.
Karena itu, kemandirian ekonomi menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kedaulatan. Kemampuan mengolah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat produksi pangan, membangun industri, mengembangkan teknologi, serta memberdayakan pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan secara nyata.
Sebaliknya, ketika masyarakat hanya menjadi konsumen dan sumber daya ekonomi lebih banyak bergantung pada kekuatan eksternal, kemerdekaan politik berisiko tidak sepenuhnya memberikan kemandirian. Persoalan tersebut dapat berdampak pada ketahanan ekonomi, kesenjangan sosial, hingga kemampuan negara menjaga kepentingan masyarakatnya.
Gagasan mengenai kemerdekaan yang ditopang kemandirian ekonomi tersebut juga menjadi perhatian Syarikat Islam dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Organisasi tersebut mendorong penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari perjuangan membangun Indonesia yang lebih berdaulat.
Syarikat Islam Kaitkan Kemerdekaan dengan Kemandirian Umat
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Syarikat Islam dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Momentum Maulid Nabi sekaligus bulan kemerdekaan Indonesia dimanfaatkan untuk mengajak umat Islam meneladani Rasulullah SAW tidak hanya dalam kehidupan spiritual, tetapi juga melalui kepedulian sosial, persaudaraan, dan perjuangan membangun kemandirian umat.
Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Syarikat Islam tahun ini mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW, Memperkuat Persaudaraan, Mengisi Kemerdekaan dengan Kepedulian kepada Umat.”
Presiden Laznah Tanfidziah Syarikat Islam Hamdan Zoelva mengatakan, perjuangan organisasi sejak awal berdirinya memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kemerdekaan Indonesia.