- Antara
Rupiah Melemah ke Rp 17.777 usai BI Ungkap Belum Optimalnya Siklus Ekonomi Domestik
Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.717 pada Rabu, 26 Agustus 2026. Posisi rupiah itu melemah 14 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.703 pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 27 Agustus 2026 hingga pukul 09.03 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.777 per dolar AS. Posisi itu melemah 52 poin atau 0,29 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.725 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyebut siklus ekonomi domestik masih belum optimal.
Banyak sektor yang bisa diakselerasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya mendorong optimalisasi fungsi intermediasi perbankan nasional, yang saat ini terdapat undisbursed loan sebesar Rp 2.548 atau sekitar 21 persen dari plafon.
Siklus ekonomi kita saat ini masih berada di bawah tingkat optimalnya. Pertumbuhan kredit masih dapat terus didorong, mengoptimalkan undisbursed loan yang saat ini mencapai Rp 2.548 triliun atau sekitar 21 persem dari plafon dan upaya penguatan daya beri masyarakat.
Selain itu, terdapat ruang untuk mendorong kredit UMKM. Segmen ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Menjaga stabilitas ekonomi saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Oleh karena itu diperlukan bauran kebijakan BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini tentunya perlu juga diikuti oleh mandat dan tanggung jawab yang semakin besar sehingga menuntut kapasitas kelembagaan yang semakin kuat dan adaptif.
Sementara itu, pasar juga sedang menunggu sejumlah data domestik penting akan dirilis pekan depan, termasuk data inflasi bulan Agustus, kinerja perdagangan bulan Juli, PMI Manufaktur Indonesia, Cadnagna devisa dan Indek Keyakinan Konsumen (IKK).
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.720-Rp 17.760," ujarnya.
Sebagai informasi, media Rusia melaporkan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata. Kantor berita milik negara Rusia, RIA melaporkan, kesepakatan tersebut dengan mengutip sumber-sumber dari Pakistan dan Iran. Kesepakatan yang dilaporkan itu mencakup kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz dan diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.