- Youtube/Setpres
Yahya Cholil Staquf Berharap Muktamar NU 2031 Kembali Dibuka Prabowo
Karena itu, Gus Yahya menekankan arah perjuangan NU tidak boleh berjalan berseberangan dengan arah bangsa dan negara. Ia menegaskan keterkaitan NU dengan Indonesia merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.
“Maka tidak boleh arah Nahdlatul Ulama ini tidak bersesuaian dengan arah bangsa dan negara. Tepat yang dikatakan oleh Kiai Hasib Wahab bahwa Nahdlatul Ulama dan Indonesia tidak boleh dan tidak mungkin bisa dipisahkan,” kata Gus Yahya.
Penegasan tersebut menjadi salah satu pesan utama Gus Yahya dalam pembukaan Muktamar NU ke-35.
Ia menempatkan perjalanan organisasi NU dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.
Sebelumnya, Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaitkan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, terdapat rangkaian angka yang menarik dalam momentum Muktamar NU pertama di abad kedua tersebut.
“Meneruskan Kiai Hasib (Hasib Wahab Chasbullah), kalau boleh sedikit bermain angka Bapak Presiden. Muktamar ke-35. 3 tambah 5 sama dengan 8. Dan yang membuka adalah Presiden ke-8. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik. Pertanda bahwa Muktamar pertama Nahdlatul Ulama di abad kedua ini membawa keberkahan bagi Nahdlatul Ulama, bagi bangsa dan negara, serta seluruh rakyat Indonesia,” kata Gus Ipul. (agr/dpi)