news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dukung Indonesia Emas 2045, Kemdiktisaintek: Pendidikan Vokasi Perlu Bagi Tenaga Kerja.
Sumber :
  • Istimewa

Dukung Indonesia Emas 2045, Kemdiktisaintek: Pendidikan Vokasi Perlu Bagi Tenaga Kerja

Bappenas telah menetapkan transformasi sumber daya manusia dan pendidikan sebagai hal yang penting untuk mencapai ambisi Indonesia Emas 2045.
Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menetapkan transformasi sumber daya manusia dan pendidikan sebagai hal yang penting untuk mencapai ambisi Indonesia Emas 2045.

Karena itu, pengembangan tenaga kerja yang terampil dan adaptif akan menjadi hal penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Kami memahami bahwa sistem pendidikan tersier yang saling terhubung dapat lebih baik memenuhi kebutuhan peserta didik masa kini, pemberi kerja, dan tujuan nasional. Indonesia membutuhkan sistem yang menghubungkan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi; menempatkan keterampilan praktis sejajar dengan pengetahuan akademik; mengintegrasikan pembelajaran dengan industri; serta memungkinkan peserta didik berpindah di antara berbagai jalur seiring perkembangan industri dan karier,” kata Tantia Dian Permata Indah dalam keterangannya, Kamis (25/8/2026).

Dia menambahkan pihaknya mendorong sistem pendidikan tersier yang terhubung melalui kolaborasi dengan kalangan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

Pendekatan tersebut tercermin dalam model unggulan Earn and Learn RMIT, yang memungkinkan peserta didik memperoleh kualifikasi sambil bekerja penuh waktu dengan bayaran bersama mitra industri.

Program ini mencakup berbagai sektor, termasuk teknik, keamanan siber, layanan kesehatan, dan ekonomi bersih.

Inisiatif ini menunjukkan nilai kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemberi kerja, yang dapat meningkatkan relevansi pembelajaran, mempermudah transisi menuju pekerjaan, dan mendukung pengembangan keterampilan sepanjang hayat.

Model pembelajaran seperti ini akan menjadi penting dalam mendukung target produktivitas dan partisipasi Pemerintah Federal Australia, terutama dalam kaitannya dengan Australian Universities Accord.

Berbagai prioritas tersebut dibahas dalam diskusi meja bundar “Shaping Indonesia’s Workforce: Connecting Education, Skills and Industry”, yang diselenggarakan bersama oleh RMIT University, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

“Mempersiapkan tenaga kerja masa depan Indonesia membutuhkan keahlian teknis yang kuat sekaligus kemampuan yang lebih luas, seperti komunikasi, pemecahan masalah, kepemimpinan, dan adaptabilitas. Kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan industri akan membantu memastikan pembelajaran tetap relevan serta lulusan lebih siap memasuki dunia kerja,” ungkap Prof. Ardi Findyartini.

Secara keseluruhan, pandangan tersebut memperkuat pentingnya ekosistem pendidikan yang memadukan kurikulum relevan, pengalaman di dunia kerja, serta kesempatan untuk meningkatkan dan memperbarui keterampilan sepanjang hayat, sebagaimana terus didorong RMIT di Australia dan di seluruh kawasan.

Untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut diperlukan kolaborasi yang berkelanjutan. RMIT Southeast Asia Hub yang baru akan mempertemukan pemerintah, industri, dan institusi pendidikan untuk menghasilkan solusi bagi prioritas tenaga kerja Indonesia.

Hub ini diperkirakan akan dibuka pada 2026 di World Trade Centre 2 Jakarta. RMIT Southeast Asia Hub akan mempertemukan para mitra di Indonesia untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja, bertukar keahlian, dan bersama-sama mengembangkan inisiatif yang relevan dengan konteks lokal dalam bidang pengembangan profesional, kursus singkat terapan, jalur pendidikan, teknologi digital, industri kreatif, masa depan regeneratif, serta MedTech dan kesehatan.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral