news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI, Prabowo Subianto..
Sumber :
  • Youtube/Setpres

Prabowo Serukan “Jas Hijau” di Muktamar NU: Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Ulama

Presiden Prabowo Subianto menyerukan, agar jasa ulama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak dilupakan. 
Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menyerukan, agar jasa ulama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak dilupakan. 

Pesan itu disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).

Prabowo menilai peran ulama, para kiai, dan pesantren memiliki posisi penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan penghormatan saya kepada para kiai dan ulama. Karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya,” kata Prabowo.

“Dan dalam pertempuran Surabaya Oktober-November tahun 1945, peran dari ulama, peran dari kiai-kiai, peran dari para pesantren sangat besar saudara-saudara,” lanjutnya.

Dalam pidatonya, Prabowo kemudian mengadaptasi istilah yang pernah dipopulerkan Presiden Soekarno, yakni “Jas Merah” atau “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. 

Prabowo menyampaikan istilah baru yang secara khusus ditujukan untuk mengingat kontribusi ulama.

“Karena itu, saya ingin kalau pernah kalau tidak salah Bung Karno ya mengatakan “Jas Merah”: Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan “Jas Hijau”: Jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah Muktamar NU ke-35 yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”. 

Tema itu ditetapkan sebagai panduan arah gerak jam’iyah NU dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan ke depan.

Prabowo memberikan apresiasi kepada para ulama yang menurutnya bekerja menjaga kehidupan sosial masyarakat tanpa mengejar sorotan publik maupun meminta imbalan dari negara.

“Terima kasih kepada semua ulama yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi, tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita, menjaga kerukunan umat dan kerukunan antar umat, menjaga perdamaian di desa, dan mendoakan bangsa tanpa meminta apapun kepada negara,” kata Prabowo.

Bagi Prabowo, kontribusi tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa. 

Peran ulama tidak hanya terlihat dalam catatan sejarah perjuangan kemerdekaan, tetapi juga berlanjut melalui pengabdian sosial dan pendidikan di tengah masyarakat. (agr/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral