- Mayawana Persada.
ISPA Merebak akibat Karhutla, Menkes Pastikan Masker dan Oksigen Dikirim ke Puskesmas
Meski menilai langkah penanganan telah dilakukan pemerintah, DPR tetap meminta agar pemerintah mengantisipasi karhutla dengan upaya yang lebih efektif.
Menurut Puan, penanganan karhutla tidak seharusnya hanya berfokus pada proses pemadaman ketika kebakaran terjadi. Dampak setelah kebakaran juga perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Karena bukan hanya saat ini saja atau kebakarannya saja, namun nanti pasca sesudah selesai kebakarannya itu apa yang akan dilakukan terkait dengan kesehatan,” jelas Puan.
Salah satu perhatian yang disoroti adalah dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat memengaruhi kondisi warga di wilayah terdampak, sehingga penanganan kesehatan juga perlu dipersiapkan setelah kebakaran selesai.
Selain kesehatan, Puan meminta pemerintah memperhatikan dampak karhutla terhadap sektor pendidikan.
“Kemudian pendidikan anak-anak, dan rehabilitasi bukan hanya hutannya, tapi tempat-tempat yang terdampak oleh kebakaran tersebut,” tambahnya.
Masker dan Oksigen Jadi Bantuan Kesehatan
Sejalan dengan perhatian DPR tersebut, Kemenkes memastikan dukungan kesehatan telah dikirimkan ke wilayah terdampak. Bantuan utama yang disebutkan Budi berupa masker dalam jumlah banyak dan oksigen konsentrator.
Distribusi bantuan akan diarahkan ke puskesmas yang terdampak dan dipercepat untuk membantu penanganan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Pengiriman masker dan oksigen konsentrator tersebut menjadi bagian dari respons Kemenkes terhadap dampak kesehatan akibat karhutla, termasuk kondisi masyarakat yang mengalami ISPA.
Sementara itu, pemerintah juga diminta memastikan langkah penanganan tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pemulihan kesehatan masyarakat, pendidikan anak-anak, serta rehabilitasi kawasan dan tempat yang terdampak menjadi hal yang turut disoroti DPR. (saa/nsp)