- Polri.
Prabowo dan Kapolri Kunjungi Pengungsian Nagekeo di NTT, Cek Dapur Lapangan Hingga Air Bersih
Jakarta, tvOnenews.com - Penanganan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan di tengah kondisi sejumlah wilayah yang masih sulit dijangkau. Di saat sebagian masyarakat bertahan di pengungsian, personel kepolisian bergerak hingga ke daerah-daerah yang terisolasi untuk memastikan bantuan tidak hanya berhenti di lokasi yang mudah diakses.
Situasi tersebut turut menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo saat mengunjungi Posko Pengungsian Terpadu Lapangan Berdikari, Danga, Kabupaten Nagekeo.
Dalam kunjungan itu, Presiden melihat langsung kondisi warga yang masih berada di pengungsian sekaligus meninjau pelayanan tanggap darurat yang dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri.
Presiden juga mengecek fasilitas pendukung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk Dapur Lapangan Polri dan Mobil Water Treatment yang digunakan untuk menyediakan makanan serta air bersih dan air siap minum bagi para pengungsi.
Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menilai kedatangan Presiden menjadi dorongan bagi personel yang masih berjibaku di lapangan.
“Kehadiran Bapak Presiden menunjukkan bahwa negara hadir untuk masyarakat. Kami akan terus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan tetap berada bersama mereka selama masa tanggap darurat," ujar Rudi dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Namun, tantangan penanganan bencana tidak hanya berada di lokasi pengungsian. Sejumlah daerah terdampak mengalami kendala akses akibat longsor, jalan yang terputus, hingga kondisi geografis yang berat.
Untuk menjangkau warga yang berada di balik keterisolasian tersebut, personel Polri dikerahkan ke 12 lokasi, yakni Satar Kampas, Reo, Dimpong, Pulau Palue, Tendakinde, Nioniba, Pulau Longgos, Urang, Galo Mangu, Wajomara, Tango Bali, dan Landor.
Perjalanan menuju wilayah-wilayah tersebut tidak mudah. Personel harus menggunakan berbagai moda transportasi dan menyesuaikan dengan kondisi medan. Sebagian bantuan dikirim menggunakan kapal, sementara personel lainnya harus berjalan kaki untuk mencapai masyarakat. Dalam kondisi tertentu, bantuan juga didistribusikan melalui udara menggunakan helikopter Polri.
Bantuan yang dibawa pun bukan sekadar kebutuhan logistik. Personel turut membawa makanan, minuman, sembako dan obat-obatan, sekaligus memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk masyarakat yang mengalami luka akibat bencana.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang berada jauh dari pusat pengungsian tetap mendapatkan perhatian dan bantuan, meski akses menuju tempat mereka membutuhkan waktu dan upaya lebih besar.
Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Polri bergerak bersama TNI, pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait dengan mengedepankan aspek kemanusiaan.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Polri bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder akan terus berada di tengah masyarakat," ungkapnya.
Kehadiran Presiden Prabowo di Nagekeo pun menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi penanganan bencana sekaligus menyemangati warga dan petugas yang masih bekerja di lapangan. (cmi)