- Istimewa
Wakil Ketua MPR RI Ibas Dorong BKMT Perkuat Mengawal Berbagai Aspirasi Masyarakat
Nanang menyebut, pendamping halal yang berhasil mendampingi proses hingga terbitnya sertifikat dapat memperoleh insentif sekitar Rp150.000 per produk.
Dengan demikian, aktivitas keagamaan dan sosial di lingkungan majelis taklim dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Cellica Nurrachadiana, menawarkan kolaborasi dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat dirangkaikan dengan berbagai agenda BKMT melalui kerja sama dengan Poltekkes dan Dinas Kesehatan setempat.
Cellica melihat jaringan BKMT hingga tingkat masyarakat sebagai kekuatan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan.
Selain itu, Celica juga mendorong agar para ustaz dan guru ngaji yang selama ini banyak berada dalam sektor informal mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Guru ngaji adalah salah satu pekerja informal yang bisa kami fasilitasi. Iurannya terjangkau, tetapi cakupan perlindungannya sangat bermanfaat bila terjadi kecelakaan kerja,” katanya.
Gagasan kolaboratif juga disampaikan Ketua Umum IPEMI, Inggrid Kansil, yang mengusulkan penguatan ketahanan keluarga serta kajian bagi generasi muda, khususnya Gen Z, melalui kolaborasi antara IPEMI, BKMT, dan Majelis Taklim Ani Yudhoyono.
Beragam gagasan tersebut memperlihatkan bahwa silaturahim antara BKMT dan parlemen dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih konkret, mulai dari kesehatan, perlindungan pekerja informal, sertifikasi halal, pemberdayaan UMKM, pendidikan, hubungan internasional, pariwisata halal, hingga penguatan keluarga dan generasi muda.