news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia

PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk memimpin pengembangan ekosistem penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS serta Carbon Capture, Utilization, and Storage/CCUS) di Indonesia.
Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:08 WIB
Reporter:
Editor :

Saat ini Pertamina mengidentifikasi sekitar 13 lokasi studi CCS/CCUS yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi, dengan potensi kapasitas penyimpanan CO₂ mencapai 7,3 GigaTon (GT). Salah satu proyek utama yang tengah dikembangkan adalah CCS Hub Asri Basin yang memiliki potensi kapasitas penyimpanan hingga 2,9 GT untuk menampung emisi domestik maupun regional.

“CCS merupakan salah satu kunci utama dekarbonisasi operasional dan perluasan portofolio rendah karbon Pertamina. Untuk menekan biaya unit CCS, kami menerapkan konsep penggunaan infrastruktur bersama (shared infrastructure) melalui regional hub, sehingga para penghasil emisi karbon dapat berbagi sarana penyimpanan,” jelas Emma.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pengembangan CCS/CCUS menjadi bagian dari langkah Pertamina membangun bisnis rendah karbon dengan memanfaatkan kapabilitas terintegrasi Pertamina Group dari hulu hingga hilir.

“Dengan potensi penyimpanan karbon yang besar, Indonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pengembangan CCS di kawasan. Pertamina terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan mitra strategis agar potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia sekaligus mendukung target dekarbonisasi,” ujar Baron.

Guna mengakselerasi ekosistem CCS yang bernilai komersial (economically viable), Pertamina menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri, kepastian skema pendanaan proyek (project financing), serta dukungan regulasi, baik regulasi domestik, insentif fiskal, perizinan yang ringkas, maupun keselarasan standar bilateral antarnegara, termasuk sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV), untuk mendukung transfer karbon lintas batas.(raa)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral