- Istimewa
Gelar Kegiatan untuk Pendampingan Branding dan Redesain Kemasan Batik, Pelaku UMKM Siap Tingkatkan Data Saing
Jakarta, tvOnenews.com - Dalam upaya mendorong pertumbuhan dan daya saing industri skala mikro, sebuah program pendampingan komprehensif sukses diselenggarakan.
Acara ini digelar oleh Rumah Batik Setu, Kota Tangerang Selatan yang berfokus pada penguatan identitas merek (branding) dan pembaruan desain kemasan (redesign packaging) ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar produk batik lokal.
Kegiatan strategis ini merupakan wujud nyata dari Program Pengabdian Masyarakat Pemula yang diinisiasi oleh tim dari Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta dengan ketua Leny Suryani. Pelaksanaan program ini didanai penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Hibah Bima Tahun Pendanaan 2026.
“Rumah Batik Setu memiliki kekuatan pada kualitas produk, keterampilan para perajin, dan karakter batik yang menjadi identitasnya. Melalui program ini, kami ingin membantu kekuatan tersebut tampil lebih jelas melalui identitas merek dan kemasan yang lebih konsisten, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Harapannya tidak hanya semakin dikenal karena produk batiknya, tetapi juga memiliki identitas yang kuat dan mampu meningkatkan daya saingnya di pasar," ujar Leny Suryani selaku ketua pelaksana program pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi yang kuat juga terbangun melalui dukungan langsung dari Dekranasda Kota Tangerang Selatan serta Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan. Keterlibatan pemerintah daerah ini menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan berdaya saing tinggi.
Pendampingan ini dirancang secara terstruktur dan aplikatif agar para pelaku usaha di Rumah Batik Setu dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat.
Kegiatan inti dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2026 dilakukan pembukaan kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan RR. Truetami Ajeng Soediutomo. Sesi hari pertama difokuskan pada materi branding.
Peserta mendapatkan pembekalan tentang cara membangun cerita di balik motif batik lokal, menemukan nilai jual unik produk, serta strategi mengkomunikasikan nilai merek kepada target konsumen yang tepat.