- Antara
Menhut Raja Juli Antoni: Titik Karhutla di Riau Terus Menyusut
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengonfirmasi bahwa intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Hal tersebut ia sampaikan usai meninjau langsung kondisi lapangan di kawasan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
Dalam keterangannya di Pekanbaru pada Jumat (28/8), Raja Juli menjelaskan bahwa secara nasional, titik panas karhutla masih terdeteksi di beberapa wilayah seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Meski demikian, posisi Riau saat ini relatif lebih aman dibandingkan provinsi terdampak lainnya.
"Riau menempati urutan kedua dari bawah yang angkanya terus mengecil di atas Jambi karena wilayahnya cukup kecil. Di Riau konsentrasinya masih di Pelalawan Bengkalis Siak dan Indragiri," katanya.
Saat mengecek area Kerumutan, Raja Juli mengeklaim bahwa api sudah berhasil dijinakkan.
Namun, mengingat karakteristik lahan di wilayah tersebut adalah gambut, petugas masih terus melakukan proses pendinginan karena asap masih keluar dari beberapa titik untuk mencegah api kembali berkobar.
"Suaka Margasatwa Kerumutan sudah dilihat ada sekat kanal seperti cincin semuanya sudah teratasi. Karena nature-nya adalah gambut harus ditangani dengan serius karena bisa jadi titik api lagi," ujarnya.
Kunjungan ini dilakukan Raja Juli setelah berkoordinasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Ia ditugaskan untuk memastikan apakah arahan Presiden terkait penanganan karhutla di Riau telah diimplementasikan secara efektif oleh jajaran di daerah.
"Tadi sudah dicek bersama-sama apa yang menjadi arahan sudah dieksekusi dan dikerjakan oleh gubernur, Kapolda dan Pangdam," ungkapnya.
Melihat keberhasilan tersebut, Menteri Kehutanan memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Riau, Polda, dan Pangdam.
Menurutnya, sinergi yang harmonis di Riau dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam hal kerja sama antarinstansi dalam menanggulangi bencana. (ant/dpi)