news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bupati Indramayu, Lucky Hakim..
Sumber :
  • Istimewa.

Lucky Hakim Bongkar Strategi Pertahankan Indramayu sebagai Lumbung Pangan Nasional

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan peningkatan produktivitas menjadi pilihan ketika luas lahan pertanian tidak memungkinkan untuk terus ditambah.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:59 WIB
Reporter:
Editor :

“Ini tentu menjadi semangat dan optimisme bagi kita semua, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan teknologi pertanian,” ujarnya.

Sawah Dilindungi, Produksi Didorong

Upaya meningkatkan produktivitas tersebut berjalan bersamaan dengan kebijakan mempertahankan lahan pertanian. Pemkab Indramayu menetapkan sekitar 92.888 hektare sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kebijakan itu ditujukan untuk menahan laju alih fungsi sawah produktif. Sementara untuk mendukung pertumbuhan industri dan investasi, kawasan industri disiapkan secara terpisah dengan luas sekitar 14.110 hektare.

Dengan skema tersebut, pemerintah daerah berupaya menjaga ruang produksi pangan sekaligus tetap membuka ruang bagi aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Bagi Lucky, perlindungan lahan menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan lahan yang tersedia mampu menghasilkan produksi yang semakin tinggi.

Perhatian terhadap petani juga menjadi bagian dari kebijakan tersebut. Pada peringatan Hari Krida Pertanian 2026, Lucky menyebut petani sebagai pahlawan ketahanan pangan.

Pemerintah daerah mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui inovasi, pendampingan penyuluh, akses permodalan, bantuan sarana produksi, serta perluasan pemasaran hasil pertanian.

“Produk pertanian Indramayu memiliki kualitas yang baik. Melalui Hari Krida Pertanian ini, kami ingin memperluas promosi dan pemasaran agar potensi pertanian terus berkembang,” katanya.

Indramayu sendiri mendapat apresiasi di tingkat nasional. Kementerian Pertanian RI memberikan penghargaan sebagai Peringkat I Kontribusi Produksi Padi Nasional dengan produksi sekitar 1,5 juta ton gabah kering giling (GKG), serta Peringkat II kategori Produktivitas Padi.

Namun, Lucky menilai capaian tersebut tidak dapat dilepaskan dari kerja banyak pihak yang berada langsung di lapangan.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja sama antara petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terlibat, terima kasih untuk semuanya,” ujarnya. (cmi)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral