- Anadolu
Iran, Oman Sepakati Rute Pelayaran Selat Hormuz, Tunggu Komitmen dari AS
Berdasarkan kesepakatan, AS dan Iran setuju memperpanjang gencatan senjata pada April dan secara bertahap mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz kembali ke tingkat sebelum perang, sambil kedua pihak melakukan pembicaraan mengenai penyelesaian akhir untuk mengakhiri perang yang dimulai pada Februari.
"Kita sedang dalam keadaan perang"
Beralih ke tekanan energi dalam negeri, Pezeshkian mengatakan bahwa Iran sedang menghadapi kondisi masa perang di mana jalur-jalur transportasi terblokir, barang-barang tidak masuk ke dalam negeri, dan pendapatan negara menurun, sementara pasokan bensin tetap harus dipastikan ketersediaannya.
"Kita sedang dalam keadaan perang. Pertama, kita harus memahami bahwa kita sedang berperang. Jalur saat ini terblokir, dan barang-barang tidak masuk. Bensin adalah salah satu dari barang-barang tersebut," ujarnya.
Presiden mengatakan pemerintah belum memutuskan kapan atau seberapa besar kenaikan harga bensin akan dilakukan, seraya menambahkan bahwa satu-satunya usulan yang sedang dipertimbangkan berkaitan dengan tingkat harga ketiga untuk konsumsi yang melebihi kuota reguler.
"Tarif yang diusulkan untuk kuota ketiga ini adalah sekitar 10.000 toman. Rumor mengenai harga 50.000 toman tidaklah benar," katanya, seraya menambahkan bahwa konsultasi dengan pihak yudikatif dan parlemen diperlukan sebelum langkah apa pun diterapkan.
Pezeshkian juga mengimbau peningkatan penggunaan transportasi umum dalam situasi saat ini.
"Kita berada dalam kondisi masa perang. Infrastruktur kita, termasuk pembangkit listrik serta sumber daya minyak dan gas, telah menjadi sasaran serangan, dan produksi energi telah menurun," ujarnya.
Dia mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan kerja jarak jauh, perluasan layanan transportasi umum, standar efisiensi kendaraan yang lebih tinggi, serta elektrifikasi taksi dan sepeda motor untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tanpa menambah beban bagi masyarakat.(ant/ree)