- TikTok @blopper0
Karhutla Kalteng Belum Padam, 15 Titik Masih Terbakar dan Armada Udara Diperkuat
Palangka Raya, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah masih ditemukan 15 titik kebakaran yang belum berhasil dipadamkan.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meminta seluruh kekuatan yang tersedia dimaksimalkan, termasuk armada udara untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani melalui jalur darat.
Penguatan operasi pemadaman tersebut dibahas Agustiar saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (29/8/2026).
“Kekuatan yang kita miliki harus dimaksimalkan. Untuk titik-titik yang sulit dijangkau melalui darat, operasi water bombing harus dioptimalkan agar pemadaman bisa dilakukan lebih cepat,” tegas Agustiar di Palangka Raya.
15 Titik Api Masih Belum Padam
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib melaporkan masih terdapat 15 titik kebakaran yang belum berhasil dipadamkan.
Di sisi lain, 10 titik yang sebelumnya berada dalam kondisi paling parah telah berhasil dipadamkan.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meminta operasi pemadaman terus diarahkan ke titik-titik yang paling membutuhkan penanganan. Terlebih, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Agustiar meminta armada udara yang tersedia digunakan secara efektif agar sumber daya yang telah dikerahkan memberikan hasil maksimal.
“Kita harus melihat titik mana yang paling membutuhkan intervensi dari udara. Jangan sampai sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan secara optimal. Semua harus diarahkan untuk mempercepat pemadaman,” ujarnya.
Lima Helikopter Disiapkan untuk Water Bombing
Untuk mendukung pemadaman dari udara, saat ini telah dikerahkan lima unit helikopter water bombing.
Namun, tidak seluruh armada tersebut dalam kondisi aktif. Dari lima helikopter yang dikerahkan, tiga unit masih beroperasi, sementara dua unit lainnya menjalani perawatan atau menunggu ketersediaan suku cadang.
Kondisi armada tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena kemampuan pemadaman dari udara diperlukan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses tim pemadam melalui jalur darat.
Agustiar menegaskan operasi water bombing tidak boleh berjalan sendiri. Pemadaman dari udara harus terhubung dengan operasi tim di lapangan.