news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi kebakaran..
Sumber :
  • Antara

Bedeng Proyek Dekat RS PIK Terbakar, Api Merambat ke Gudang dan Kerugian Capai Rp200 Juta

Kebakaran bedeng proyek di Penjaringan dekat RS PIK menyebabkan kerugian Rp200 juta. Api sempat merambat ke gudang logistik berisi peralatan listrik.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran melanda bedeng logistik proyek di Jalan Pantai Indah Utara 3, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (29/8/2026) siang. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kebakaran terjadi di kawasan proyek yang berada tidak jauh dari RS Pantai Indah Kapuk (PIK). Api yang muncul dari kantor proyek kemudian merambat ke kontainer gudang logistik yang digunakan untuk menyimpan sejumlah peralatan listrik.

Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.

“Kebakaran ini diduga terjadi akibat korsleting listrik yang memicu penyalaan api hingga menyebabkan kebakaran,” kata Gatot dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Api Muncul Saat Karyawan Beristirahat

Gatot menjelaskan, kebakaran bermula ketika sejumlah karyawan sedang beristirahat di kawasan proyek.

Kantor proyek yang menggunakan peti kemas bekas tiba-tiba terbakar. Api kemudian membesar dan merambat menuju kontainer yang digunakan sebagai gudang logistik.

Kontainer tersebut berisi berbagai peralatan listrik sehingga kondisi di lokasi menjadi semakin mengkhawatirkan.

Situasi juga sempat membuat panik karena lokasi proyek berdekatan dengan RS PIK. Petugas rumah sakit turut membantu proses pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran.

“Situasi makin panik karena lokasi berdekatan dengan RS PIK (Pantai Indah Kapuk) sehingga petugas rumah sakit ikut membantu damkar memadamkan api,” ujar Gatot.

Area Sekitar Pagar RS PIK Ikut Terdampak

Kebakaran tidak hanya berdampak pada area proyek. RS PIK juga terkena dampak di sekitar pagar rumah sakit yang menjadi akses masuk petugas saat melakukan proses pemadaman.

Meski demikian, petugas dapat melakukan penanganan untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Objek yang terbakar merupakan bedeng logistik proyek dengan luas sekitar 75 meter persegi. Bangunan tersebut menggunakan peti kemas bekas sebagai tempat penyimpanan dan aktivitas proyek.

42 Petugas Dikerahkan

Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan kebakaran.

Laporan diterima petugas sekitar pukul 14.00 WIB. Sebanyak 42 petugas kemudian dikerahkan ke lokasi dengan dukungan tujuh unit mobil pemadam kebakaran.

Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.11 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman.

Proses penanganan kemudian berlanjut hingga api berhasil dilokalisasi dan memasuki tahap pendinginan sekitar pukul 14.40 WIB.

Petugas memastikan proses pendinginan dilakukan setelah api berhasil dikendalikan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Api Padam Sekitar Satu Setengah Jam

Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.32 WIB.

“Api berhasil dipadamkan pukul 15.32 WIB dan situasi kebakaran sudah padam,” kata Gatot.

Dengan demikian, sejak laporan diterima sekitar pukul 14.00 WIB hingga api dinyatakan padam pada pukul 15.32 WIB, petugas melakukan penanganan selama sekitar satu setengah jam.

Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp200 juta. Dugaan awal penyebab kebakaran masih mengarah pada korsleting listrik yang memicu munculnya api di bedeng proyek.

Gulkarmat mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dan puluhan personel untuk mengendalikan api, terutama karena kobaran sempat merambat dari kantor proyek berbahan peti kemas bekas menuju kontainer gudang logistik yang menyimpan peralatan listrik. (ant/nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral