news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Aktivitas Japfa for Kids di SD Negeri Sukamanah 01, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Sumber :
  • Ammar Ramzi

Belum Terlambat untuk Tinggi dan Bergizi: Kisah Akhtar Melawan Stunting di Lereng Puncak Bogor

Program Japfa for Kids hadir membantu mengatasi stunting & masalah gizi di SDN 01 Megamendung lewat sebutir telur setiap hari & 4 pilar gizi seimbang. Akhtar ..
Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:48 WIB
Reporter:
Editor :

Keberhasilan konsistensi anak makan telur tak lepas dari peran serta para pendamping di lapangan. Guru pendamping JAPFA for Kids di SDN Sukamanah 01 Salma Ulia mengungkapkan antusiasme orang tua yang terbantu dengan skema ini.

"Anak-anak yang tadinya agak GTM (Gerakan Tutup Mulut) atau susah makan di rumah, jadi lebih bersemangat karena makan bersama teman-temannya di sekolah," tutur Salma.

Kreasi olahan telur pun menjadi kunci agar anak tak merasa jenuh. Para ibu berkreasi mengubah telur menjadi telur ceplok dengan sayuran dibentuk karakter lucu, telur dadar dicampur daging cincang, hingga telur rebus dalam mangkuk sup hangat.

Tentu saja, perjalanan pendampingan ini bukan tanpa kendala.

"Tantangannya ada pada komunikasi. Ada sebagian orang tua yang tidak memiliki ponsel pintar, atau terkadang terkendala jam kerja sehingga harus mewakilkan ke tetangga saat sesi edukasi. Namun sekolah terus memfasilitasi agar pemantauan tidak terputus," jelasnya.

Kepala Sekolah SDN Sukamanah 01 Susi Susanti menyambut baik kolaborasi Lintas sektor ini. Menurutnya, persoalan penanganan gizi anak tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

"Penanganan gizi kurang membutuhkan gotong royong antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan pihak swasta. Kami bersyukur pendampingan ini berjalan aktif dan dampaknya terasa langsung pada anak-anak," ungkap Susi.

18 tahun kiprah Japfa for Kids
Sumber :
  • Ammar Ramzi

Langkah Panjang 18 Tahun Menjaga Gizi Anak Bangsa

Intervensi gizi di kaki Puncak ini merupakan bagian dari rekam jejak panjang. Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya mencatat bahwa sejak digulirkan pertama kali pada tahun 2008 hingga 2025, program JAPFA for Kids telah menjangkau lebih dari 201.056 siswa, 13.541 guru, serta 1.214 sekolah di 27 provinsi se-Indonesia.

"Selama hampir 18 tahun, program ini bertransformasi dari sekadar edukasi menjadi pendekatan komprehensif. Perubahan perilaku anak tidak akan bertahan lama jika tidak ditopang oleh lingkungan sekolah dan keluarga. Karena itu, pendampingan wajib melibatkan guru dan orang tua," tutur Rachmat.

Langkah ini selaras dengan potret kesehatan anak secara nasional. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mencatat bahwa 11,9 persen anak usia 5–12 tahun di Indonesia mengalami gizi lebih, 7,8 persen mengalami obesitas, sementara 11 persen lainnya berada dalam status gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).

Berita Terkait

1 2 3
4
5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral